BKKBN Kepri sebut bantuan program Genting disesuaikan dengan kebutuhan keluarga

id kepri batam,bkkbn,cegah stunting,genting

BKKBN Kepri sebut bantuan program Genting disesuaikan dengan kebutuhan keluarga

Penyerahan bantuan nutrisi untuk sasaran keluarga risiko stunting oleh Kaper BKKBN Kepri Rohina (tengah) di Batam, Kepri. ANTARA/HO-BKKBN Kepri

Batam (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau menjelaskan keberhasilan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), terutama terkait dengan pemberian bantuan kepada keluarga risiko stunting (KRS) yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohina dihubungi di Batam, Kamis, mengatakan pada 2025 target program Genting di daerah itu ditetapkan menjangkau 4.626 KRS.

“Alhamdulillah, hingga akhir Desember target jangkauan KRS melalui program Genting tercapai bahkan melampaui. Capaian kita mencapai 225,4 persen dari target yang ditetapkan atau 10.429 yang tersasar,” ujarnya.

Bentuk bantuan itu, katanya, meliputi akses air bersih, penyediaan jamban sehat, bedah rumah, bantuan nutrisi, serta edukasi pencegahan dan penanganan stunting.

“Dalam program ini, satu sasaran boleh menerima lebih dari satu bentuk bantuan, sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” katanya.

Ia menjelaskan dari berbagai jenis bantuan yang disalurkan, edukasi, dan nutrisi menjadi bentuk intervensi pencegahan stunting yang paling banyak diberikan kepada KRS, dengan edukasi menjangkau 5.000 sasaran, dan bantuan nutrisi menjangkau 4.000 sasaran.

Baca juga: Bulog Natuna salurkan 579 ton beras SPHP pada 2025

Melalui program Genting, BKKBN Kepri berharap, semakin banyak KRS yang mendapatkan intervensi sejak dini agar dapat dicegah.

“Harapannya, dengan semakin luasnya bantuan Genting, lebih banyak keluarga KRS yang terpapar intervensi sehingga angka stunting bisa menurun dan dapat dicegah sejak awal,” kata Rohina.

Ia menyebutkan Kota Batam sebagai daerah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni 5.920 KRS, sedangkan untuk Kabupaten Lingga, meski jumlah penerima bantuan tercatat 415 KRS, capaian tersebut tetap melampaui target daerah setempat 261 KRS.

Terkait dengan pelaksanaan program program itu pada 2026, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, seperti indikator kinerja dan target baru program tahun ini.

“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari pusat terkait indikator kinerja dan target KRS untuk tahun 2026,” katanya.

Baca juga: 9 ASN penyuluh pertanian Pemkab Natuna dialihkan ke Kementan

Baca juga: Pemkab Natuna bersihkan lahan untuk bangun Sekolah Rakyat 32

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE