Logo Header Antaranews Kepri

Praktisi: Umrah Berpotensi Hasilkan Wartawan Berkompeten

Selasa, 14 Mei 2013 20:40 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dua praktisi media massa berpendapat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH) berpotensi menghasilkan lulusan menjadi wartawan berkompeten karena mendidik mahasiswa dengan teori dan praktik jurnalistik.

"Mahasiswa yang praktik jurnalistik di perusahaan media massa rata-rata berkualitas dan memiliki potensi untuk menjadi wartawan. Mereka layak menjadi wartawan yang memiliki kompetensi, karena telah mempelajari mata kuliah jurnalistik mulai dari teori hingga praktik," kata Kepala Perwakilan Tribun Batam untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Dedy Suwadha, Selasa.

Mahasiswa Jurusan Bahasa FKIP UMRAH mempelajari ilmu jurnalistik sejak semester tiga hingga semester enam. Mereka wajib mengikuti mata kuliah pengantar jurnalistik, bahasa jurnalistik, redaksional, fotografi, dan pada semester enam mengikuti praktik jurnalistik di perusahaan media massa.

Pada tahun ini, ratusan mahasiswa di Kelas C1-C9 mengikuti praktik jurnalistik di Kantor Perwakilan Tribun Batam di Tanjungpinang, Haluan Kepri, Batam Pos, Tanjungpinang Pos, Posmetro, Koran Peduli dan Tanjungpinang TV.

"Kami membimbing puluhan mahasiswa selama mengikuti praktik jurnalistik di Kantor Tribun Batam di Tanjungpinang. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa," ujar Dedy.

Ia mengungkapkan, mahasiswa berpeluang menjadi wartawan setelah menyelesaikan pendidikannya di kampus. Namun bagi mahasiswa yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi wartawan, sebaiknya tetap mempertajam ilmu jurnalistik, karena itu cukup bermanfaat.

Salah satu strategi untuk tetap dapat menulis setelah menyelesaikan praktik jurnalistik di perusahaan media adalah membuat "blogger". Pada akun "blogger" itu mahasiswa dapat menulis berita dan menampilkan foto.

"Tidak semua orang memiliki ilmu jurnalistik, karena itu sebaiknya ilmu itu tetap diperdalam sehingga dapat diterapkan di tempat kerja. Biasanya, staf di pemerintahan atau perusahaan swasta yang memahami ilmu jurnalistik ditempatkan di bagian humas," ujarnya. ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Perwakilan Haluan Kepri di Tanjungpinang, Darul Qutni. Ia menambahkan, mahasiswa merasa kaget saat mempraktikan ilmu yang didapatkannya di kampus.

"Hanya sebagian teori yang diperoleh di kampus itu bisa diterapkan pada saat praktik. Mereka lebih mendalaminya pada saat praktik," kata Darul.

Ia mengemukakan, Haluan Kepri juga menaikkan seluruh berita karya mahasiswa yang layak, dan memenuhi standar jurnalistik. Mahasiswa merasa bahagia ketika beritanya terbit di Haluan Kepri.

"Itu dapat memacu semangat mereka. Mereka semakin rajin dan semangat melakukan liputan," ungkapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026