Logo Header Antaranews Kepri

Cuaca ekstrem di Natuna, BPBD: Waspada banjir dan tanah longsor

Senin, 23 Februari 2026 14:13 WIB
Image Print
Banjir menggenangi pemukiman warga Natuna, Kepri, pada Februari 2026. ANTARA/HO-Pemkab Natuna

Natuna (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Hal ini menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Natuna secara merata dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, dikonfirmasi Senin, mengatakan bahwa curah hujan yang ekstrem telah menyebabkan debit air meningkat drastis di berbagai wilayah.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah saluran drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal, sehingga terjadi genangan di beberapa titik permukiman warga. Bahkan, terdapat bangunan yang mengalami kerusakan akibat terendam air.

Dampak cuaca buruk ini mulai merusak infrastruktur publik. Di wilayah Serasan, derasnya arus air dilaporkan telah memutus atau merusak fasilitas transportasi warga.

“Di Serasan dilaporkan ada jembatan yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus air,” tambahnya.

BPBD Natuna terus bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan setiap kejadian bencana atau potensi bencana agar dapat segera ditangani.

Raja Darmika juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan, seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai, agar lebih berhati-hati terutama saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama.

BPBD mencatat Kabupaten Natuna memiliki potensi enam jenis bencana, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang, dan kekeringan.

Ia menambahkan Pemkab Natuna sejak Januari 2026 telah menetapkan status siaga darurat bencana, mencakup banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang hingga abrasi. Status tersebut dibuat hingga Maret 2026 dan akan diperpanjang sesuai dengan situasi.

“Tim BPBD tetap siaga di posko piket untuk merespons setiap laporan masyarakat,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026