Logo Header Antaranews Kepri

Pengunjukrasa Bangun Kios di Halaman Pemkot Batam

Senin, 3 Juni 2013 17:08 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Ratusan warga delapan perumahan elit Kawasan Simpang Kara Batam Centre berunjukrasa dengan membangun kios "liar" di halaman Kantor Pemerintah Kota Batam sebagai wujud kekesalan atas dibangunnya kios pedagang sepanjang jalan menuju perumahan mereka.

"Pembangunan kios di pinggir jalan menunjukkan Pemerintah Kota Batam tidak taat aturan. Kami juga bisa melakukan hal serupa, kami akan bangun kios yang sama di sini (depan kantor waki kota)," kata koordinator aksi, Muhammad Nurochim, Senin.

Ia mengatakan, puluhan kios yang dibangun di pinggir jalan mengakibatkan banyak masalah termasuk kemacetan dan rusaknya jalan menuju perumahan mereka.

"Banyak kecelakaan, kios juga dijadikan tempat untuk mabuk-mabukan. Itu sangat meresahkan," kata dia.

Nurochim mengatakan, dengan keberadaan kios tersebut saat hujan selalu banjir akibat saluran air mampet.

"Hari ini harus dibongkar. Hingga 15 hari ke depan kami minta wilayah tersebut harus bersih dari kios PKL," kata Nurochim.

Seorang pengunjukrasa lain, Putut mengatakan sebelum warga melakukan unjuk rasa, warga sudah menggelar rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota Batam yang merekomendasikan kios dibongkar.

"DPRD sudah merekomendasikan pembongkaran, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata," kata dia.

Ia mengatakan, pada Februari 2013 Satpol PP bersama dinas terkait yang melakukan survei juga sudah mengeluarkan SP-1, SP-2, SP-3, hingga SP-Pembongkaran namun tidak ada eksekusi.

"Ini menunjukkan tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk menuntaskan masalah ini," kata Putut.

Hingga saat ini, massa masih bertahan di halaman Kantor Pemerintah Kota Batam karena belum mendapat tanggapan wali kota. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026