Logo Header Antaranews Kepri

Sopir Angkot di Karimun Naikan Tarif

Sabtu, 22 Juni 2013 21:46 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Sopir angkutan dalam kota di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mulai Sabtu menaikkan tarif sebab pemerintah menaikkan harga solar dan bensin bersubsidi.

"Teman-teman sopir angkot mulai menaikkan tarif setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Amirullah mengatakan tarif angkot untuk umum naik dari Rp3.000 menjadi Rp4.000, sedangkan tarif untuk anak sekolah naik dari Rp1.000 menjadi Rp2.000.

Kenaikan tarif berlaku untuk semua jurusan, baik jurusan Tanjung Balai Karimun menuju Meral, PN maupun Kapling.

"Kenaikan tarif tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan besaran kenaikan harga premium sebesar 45 persen. Para sopir tetap merugi karena penumpang juga sepi. Kalau dinaikkan lebih tinggi malah penumpang enggan naik angkot," ucapnya.

Para sopir, kata dia, terpaksa lebih dulu menaikkan tarif meski belum rapat pembahasan tarif baru dengan pemerintah.

"Kami juga tidak bisa melarang. Tidak mungkin kenaikan tarif menunggu SK bupati sementara biaya operasional makin tinggi akibat kenaikan harga BBM," ucapnya.

Dia menuturkan, biaya bahan bakar meningkat sehingga tidak ada pilihan selain menaikkan tarif.

"Biaya beli bensin sebanyak 30 liter per hari bertambah sebesar Rp60.000, bandingkan saja dengan besar kenaikan tarif yang hanya Rp1.000 sementara penumpang makin sepi karena banyaknya kendaraan pribadi," katanya.

Bujang, sopir angkot mengatakan dirinya terpaksa menaikkan tarif untuk disesuaikan dengan biaya pembelian bahan bakar.

"Angkot mengandalkan bensin untuk beroperasi, kalau bensin sudah tidak terbeli, bagaimana bisa jalan. Selain itu, kami juga harus mengejar setoran dan belum lagi untuk biaya hidup sehari-hari," katanya.

Seorang penumpang angkot, Mimi mengatakan tidak punya pilihan selain naik angkot meski tarif naik dari Rp3.000 menjadi Rp4.000.

"Motor kami tidak punya, mau tidak mau naik angkot walaupun tarifnya naik," ucapnya. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026