Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Kejar 60 Pencuri Kabel Indosat

Jumat, 12 Juli 2013 19:35 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Polda Kepulauan Riau sementara ini baru menangkap tujuh orang, dan masih mengejar 60 pencuri kabel PT Indosat yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura sepanjang 31,7 kilometer.

"Pelaku merupakan sindikat internasional yang profesional. Perlu data-data yang akurat untuk menangkap sekitar 60 pelaku lain yang masih buron," kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Harono di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, di samping terus melakukan pengejaran, penyidik Polda Kepri juga terus mengumpulkan data-data baru dari tujuh pelaku yang sudah ditahan.

Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Endjang Sudrajat sebelumnya mengatakan pencurian kabel tersebut dilakukan pada periode September 2012 hingga Juni 2013 diperairan sekitar Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Pelaku, kata dia, melakukan penyelaman dan mengangkat kabel tersebut sebelum dipotong di atas kapal. Ujung kabel yang dipotong selanjutnya diberi pelampung sehingga memudahkan pengangkatan sisa potongan tersebut.

"Barang bukti kabel curian yang sudah diamankan sebanyak 481 ton. Kami meyakini jumlahnya lebih dari itu," kata dia.

Ia mengatakan, selain mengamankan kabel yang dicuri, Polda juga mengamankan lima unit kapal kayu, 12 truk pengangkut, 1 unit eskavator, 4 unit kompresor untuk menyelam, alat selam, delapan telepon gengam, dan selang sepanjang 50 meter yang saat ini diamankan di Batu 8 Kota Tanjungpinang.

PT Indosat mengalami kerugian materi sekitar Rp10 miliar akibat terjadinya pencurian kabel bawah laut yang membentang sepanjang 31,7 kilometer di kawasan Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

"Untuk kerugian materi berupa hilangnya kabel mencapai sekitar Rp10 miliar. Namun kerugian yang paling besar ialah terganggunya jaringan komunikasi dari Indonesia ke Singapura akibat hilangnya kabel itu," kata perwakilan PT Indosat bagian transmisi, Safneldi di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, akibat pencurian tersebut seluruh kegiatan komunikasi internasional baik suara, internet, maupun lalu lintas pengiriman data dari Indonesia ke Singapura yang sempat terganggu.

"Jalurnya memang bisa kami alihkan, namun tidak semuannya. Sehingga tetap terjadi gangguan dalam komunikasi," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026