
Sidang tuntutan 4 TNI kasus Andrie Yunus ditunda

Jakarta (ANTARA) - Sidang pembacaan surat tuntutan terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, ditunda ke Rabu (3/6).
Hakim Ketua Kolonel Corps Hukum (Chk) Fredy Ferdian Isnartanto menyampaikan pihaknya memberi waktu terlebih dahulu kepada oditur militer dan penasihat hukum masing-masing terdakwa untuk menghadirkan ahli dalam persidangan sebelum tuntutan dibacakan.
"Kami memberikan waktu kepada penasihat hukum untuk menghadirkan ahli ke persidangan pada 2 Juni 2026, lalu tuntutan akan dibacakan pada 3 Juni 2026," ucap Hakim Ketua dalam sidang pemeriksaan ahli di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu.
Pada mulanya surat tuntutan akan dibacakan pada hari ini, namun agenda tersebut ditunda karena oditur militer menghadirkan ahli untuk diperiksa di persidangan terlebih dahulu, yakni dua dokter yang merawat Andrie di Rumah Sakit Nasional Cipto Mangunkusumo.
Baca juga: Pertamina sebut Indonesia miliki potensi 11 miliar barel minyak
Keduanya, yaitu dokter spesialis bedah plastik Parintosa Atmodiwirjo dan dokter spesialis mata Faraby Martha.
Keempat terdakwa terkait kasus dugaan penganiayaan Andri meliputi Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetya, serta Lettu Sami Lakka.
Dalam kasus itu, keempat personel TNI didakwa menyiram air keras kepada Andrie dengan tujuan memberikan pelajaran dan "efek jera" agar tidak menjelek-jelekan institusi TNI.
Adapun sikap Andrie yang dipandang para terdakwa telah melecehkan institusi TNI itu terjadi pada 16 Maret 2025 saat aktivis KontraS tersebut memaksa masuk dan melakukan interupsi kala penyelenggaraan rapat revisi Undang-Undang TNI di Jakarta.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sidang tuntutan 4 personel TNI kasus Andrie Yunus ditunda ke 3 Juni
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
