Logo Header Antaranews Kepri

Polisi Larang Motor Ikut Pawai Takbir

Kamis, 8 Agustus 2013 15:25 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau melarang pengendara sepeda motor mengikuti pawai takbir menyambut Hari Raya Idulfitri 1434 Hijriah yang dilepas di Jalan Lingkar, Tanjung Balai Karimun, Rabu malam.

"Kami melarang sepeda motor bergabung dengan rombongan pawai takbir. Pawai bukan untuk ugal-ugalan, tapi mengumandangkan takbir pertanda syukur bagi umat Islam menyambut Idul Fitri setelah satu bulan berpuasa," kata Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono usai pelepasan pawai takbir.

Namun demikian, kata Kapolres, aksi ugal-ugalan pengendara sepeda motor tidak dapat dicegah karena jumlahnya sangat banyak.

"Kita memang melakukan pendekatan supaya mereka tidak bergabung, namun jumlahnya sangat banyak sehingga kita hanya bisa mengarahkan agar mereka tetap tertib," ucapnya.

Menurut dia, sekitar 100 polisi dikerahkan untuk mengamankan pawai takbir. Sebagian di antara mereka ditugaskan di sejumlah persimpangan jalan untuk menertibkan dan mengawal jalannya pawai takbir.

"Simpang-simpang jalan menuju lokasi pawai juga dijaga polisi. Sepeda motor tidak dibolehkan masuk karena dikhawatirkan mengganggu jalannya pawai," katanya.

Konvoi sepeda motor dengan bunyi knalpot cukup keras tidak terbendung setelah peserta pawai mulai bergerak.

Panitia hanya mengizinkan kendaraan roda empat dilepas oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun tersebut.

Jalan-jalan utama Tanjung Balai Karimun padat dan macet akibat konvoi sepeda motor dan membaur bersama kendaraan roda empat peserta pawai.

Pawai takbir diikuti sekitar 40 mobil hias utusan masjid dan mushalla dari empat kecamatan di Pulau Karimun Besar.

Selain itu, sekitar seratus lebih mobil pribadi turut berpartisipasi dalam pawai sambil mengumandangkan kalimat takbir.

Peserta pawai melintasi sejumlah jalan utama Tanjung Balai Karimun, Kecamatan Meral hingga Kecamatan Tebing.

Bupati Karimun Nurdin Basirun mengatakan pawai takbir merupakan wujud syukur atas kemenangan yang diraih setelah sebulan berpuasa.

"Pawai bukan untuk ugal-ugalan, tapi mengumandangkan takbir memuji kebesaran Allah yang telah menguji kita selama satu bulan," katanya.

Dia juga mengatakan, ujian selama berpuasa hendaknya berimplikasi pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Jagalah keimanan dan ketakwaan yang telah kita raih. Malam ini merupakan wujud syukur dengan cara mengucapkan kalimat takbir di jalan-jalan kota," katanya. (Antara)

Editor: Kaswir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026