Logo Header Antaranews Kepri

Devisa Wisman Batam Capai Rp1,93 Triliun

Rabu, 14 Agustus 2013 14:25 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memperkirakan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara ke kota itu pada semester pertama 2013 sebesar Rp1,93 triliun.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Rabu, mengatakan devisa itu diperoleh dari 643.676 orang wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari hingga Juni 2013.

"Berdasarkan data BPS, setiap wisman ke Batam menghabiskan dana sekitar 300 dolar Amerika Serikat, jadi devisa yang masuk ke Batam, dikalikan saja dengan jumlah wisman semester pertama 643.767 orang," kata Yusfa.

Menurut dia, besarnya devisa yang masuk turut membantu roda perputaran uang pelaku usaha kecil menengah. Terutama pada usaha-usaha yang berkaitan dengan pariwisata seperti rumah makan dan transporasi.

Devisa yang masuk itu relatif meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2010, devisa yang masuk sepanjang tahun sebesar Rp3,53 triliun dolar, lalu pada 2010 naik menjadi Rp3,71 triliun, dan tahun 2012 sebesar Rp4,38 triliun.

"Diperkirakan devisa yang masuk akan bertambah lagi, karena biasanya kunjungan wisman akan bertambah ramai pada akhir tahun," kata Yusfa.

Sementara itu, wisman yang berkunjung Batam didominasi warga negara Singapura sebanyak 356.982 orang atau 55,46 persen dari total kunjungan wisman 643.676 orang.

"Jika dilihat wisman menurut kebangsaan yang berkunjung ke Kota Batam periode Januari-Juni 2013 sebagian besar berasal dari Singapura," kata Yusfa.

Lokasi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan ditunjang dengan sejumlah pelayaran langsung Singapura-Batam membuat kota industri itu menjadi lokasi liburan favorit warga negara jiran. Jumlah kunjungan warga Negeri Singa ke Batam pun terus bertambah tiap tahun. Pada tahun ini, meningkat 3,82 persen dibanding 2012.

Selain wisman dari Singapura, wisman dari Malaysia sebanyak 87.271 orang atau 13,56 persen, Korea Selatan 30.659 orang atau 4,76 persen, India 19.323 orang atau 3 persen, Filipina 18.505 orang atau 2,87 persen, China 14.563 atau 2,81 persen dan Jepang 11.204 orang atau 1,74 persen. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026