
Wagub Kepri Duga Ricuh Tanjunguma Disusupi

Batam (Antara Kepri) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo menduga ricuh lahan Tanjunguma sudah tidak murni tuntutan warga, melainkan disusupi kepentingan politik yang berbau SARA.
"Masalah lahan menjadi pintu untuk memasukkan unsur politik dan SARA. Kalau termakan, akan menjadikan Batam rusuh," kata Wakil Gubernur usai rapat Muspida di Batam, Rabu.
Ia menilai tuntutan ribuan warga kepada Badan Pengusahaan Batam menetapkan 108 hektare lahan di Tanjunguma sebagai kampung tua dimanfaatkan beberapa pihak ke persoalan politik demi kepentingan Pemilu.
Wagub meminta mayarakat tidak terprovokasi upaya beberapa pihak dan tetap fokus pada perjuangan lahan.
"Kalau masalah lahan, diselesaikan BP Batam-Masyarakat. Jangan biarkan petualang-petualang politik menyelinap. Harus kembali pada substansi," kata dia.
Ia mengatakan sudah berupaya untuk menenangkan masyarakat dengan mendatangi saat unjuk rasa, meski kemudian aksinya itu justru mendapat tentangan warga. Wagub tetap berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas.
"Saya ke sana untuk menenangkan massa. Kalau saya kemudian diancam, diteror, dilempar roti, itu konsekuensi seorang pemimpin," kata dia.
Wagub mengakui, pada unjuk rasa warga Tanjunguma di Kantor BP Batam Rabu ini, rumahnya dijaga belasan ribu pendukungnya yang khawatir demonstrasi beralih ke kediaman Soerya.
Simpatisan Soerya berjaga-jaga di seluruh penjuru pagar Perumahan Duta Mas, tempat tinggalnya. Tidak hanya di keliling perumahan, ribuan pendukung Soerya juga terlihat di dalam perumahan, hingga mengelilingi rumahnya.
Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo, pada kesempatan itu, Soerya meminta pria-pria yang berbadan tegap dan berjaga dikediamannya,
Soerya mengatakan ribuan orang itu hanya menjaga, bukan untuk menyerang. Ia memastikan seluruh pendukungnya tidak mudah terprovokasi dengan mendata dengan ketat.
"Mereka didata pimpinan masing-masing, agar tidak disusupi provokator. Laporan korlap-korlap, mereka kurang lebih ada sekitar 13 ribu orang. Ada yang berjaga di luar, dekat pagar Dutamas, hingga belakang jalan ke arah bandara," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
