
Logam Berat Pengaruhi Ikan Sakit

Lingga (Antara Kepri) - Ikan peliharaan masyarakat yang dibudidayakan di perairan Desa Sekanak, Kabupaten Lingga banyak yang menderita penyakit karena dipengaruhi logam berat yang terdapat di perairan.
"Logam berat yang ada diperairan mempengaruhi ikan mati atau sakit. Jika menemukan kondisi seperti ini ikan tersebut jangan dikonsumsi karena berpengaruh pada kesehatan," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Kepri, DR. Eddiwan saat berdialog dengan masyarakat nelayan di Lingga.
Seorang nelayan Tiaramon yang berasal dari Pulau Sekanak sebelumnya mengutarakan bahwa perkampungan tempat tinggalnya adalah kampung nelayan. Masyarakat di daerah itu bermasalah pada pola tagkap ikan walau jaring ada tapi poompong tidak ada sehingga gerak mereka untuk melaut terbatas.
"Kami bangun keramba dan pelihara ikan kerapu tiger, namun yang terjadi ikan-ikan tersebut menderita penyakit mata buta. kami dah bertanya pada penyuluh tempatan tapi tak ada obatnya," ujar Tiaranmon.
Menanggapi keluhan warga, Eddiwan menjelaskan pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk meneliti sampel air di perairan Sekanak dan ia mengingatkan warga agar tidak mengonsumsi ikan yang mengalami penyakit.
"Ikan seperti itu jangan dimakan, dah tercemar," katanya.
Perihal budidaya kerapu tiger, ia mengatakan telah memberikan bantuan bibit ikan pada kelompok nelayan untuk dikembangbiakkan.
"Bibit kerapu akan dibantu dan masyarakat yang siapkan keramba dan pakan. Ada 12 kelompok nelayan yang dah dibantu," katanya. (Antara)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
