Logo Header Antaranews Kepri

KPU Batam Hapus 660 Nama Satu Alamat

Jumat, 22 November 2013 21:50 WIB
Image Print
Komisi Pemilihan Umum (antaranews.com)

Batam (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam menghapus 660 nama dalam satu alamat di Perumahan Villa Pesona Asri di kota setempat dari Daftar Pemilih Tetap setelah dilakukan verifikasi ulang terhadap dugaan pemilih fiktif yang mencapai 1.200 orang.

"Awalnya hampir 3.000 DPT, setelah dilakukan verifikasi ulang karena dugaan penggelembungan suara dan terdapat 1.200 DPT satu alamat. Saat ini DPT di perumahan tersebut sekitar 2.240 suara," kata Komisioner KPU Batam, Ahmad Yani di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, dengan penghapusan 660 nama dari DPT tersebut jumlah TPS berkurang dari enam menjadi lima.

Yani mengatakan, penggelembungan suara di perumahaan tersebut terjadi pada lima rumah. Beberapa di antarannya tidak ada penghuninnya.

"Penggelembungan DPT fiktif itu bisa jadi dilakukan oknum penyelenggara pemilu tingkat bawah saat perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Tanpa peran petugas, tidak mungkin data tersebut ada," kata dia.

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, menemukan ribuan nama ganda dalam daftar pemilh tetap dan mereka berdomisili pada tempat yang sama.

Berdasarkan data dari Ketua Panwaslu Kecamatan Kota Batam, Puryadi, temuan tersebut di antaranya terjadi di Perumahan Villa Pesona Asri, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, yang terdapat sekitar 1.900 pemilih memiliki alamat tempat tinggal ganda, dan sebanyak 1.200 di antaranya berdomisili pada tempat yang sama.

Ia mencontohkan terdapatnya dua nama Abdullah dengan alamat di Villa Pesona Asri Blok A-14 No.9 di RW 10. Namun, bedanya Abdullah yang pertama lahir di Lawang pada tanggal 14 April 1977 dengan jenis kelamin perempuan, sementara nama Abdullah kedua di alamat yang sama, lahir di Penarah, 5 Agustus 1983, dengan jenis kelamin laki-laki.

"Anehnya lagi, di alamat tersebut ternyata rumah kosong dan tercatat ada sebanyak 1.102 pemilih yang terdaftar dalam DPT," kata dia.

Selain di Villa Pesona Asri Blok A-14 No.9, temuan itu di antaranya juga terdapat di Villa Pesona Asri Blok A-10 No.19 yang memiliki 188 pemilih. Padahal, di alamat ini tidak ada rumah karena di Villa Pesona Asri Blok A-10, alamat rumah terakhir hanya sampai nomor 18.

Begitu juga di Perumahan Villa Pesona Asri Blok B nomor 3, terdapat 226 pemilih, padahal di tempat tersebut hanya dihuni tiga orang.

Saat data tersebut dicek kepada Ketua RT, diketahui bahwa dalam satu RT tersebut hanya terdapat sekitar 110 rumah. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 90 rumah yang berpenghuni, selebihnya rumah kosong.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026