Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Natuna Kecewa Listrik Sering Mati

Senin, 20 Januari 2014 19:07 WIB
Image Print
Bupati Natuna Ilyas Sabli (antarakepri.com)

Natuna ( Antara Kepri) - Bupati Natuna, Ilyas Sabli kecewa pelayanan yang diberikan PLN Ranai karena pemadaman listrik makin parah.

"Saya sangat kecewa dengan kinerja PLN Ranai, terutama terhadap pelayanannya. Sudah hampir dua bulan, listrik di wilayah Natuna sering mati. Selain tidak stabil, terkadang listrik sering mengalami pemadaman total," ungkap Ilyas Sabli di Ranai, Senin.

Ilyas menambahkan, pemerintah Kabupaten Natuna sudah sering memberitahukan dan meminta kepada pihak PLN Ranai, supaya meningkatkan kwalitas pelayanannya kepada masyarakat. Tapi sampai kini masih belum ada tanggapan oleh PLN, dan masih saja sering terjadi pemadaman secara sepihak.

"Pemerintah daerah sudah sering berkoordinasi dengan pihak PLN Ranai, maupun di PLN Pusat, agar pemasalahan listrik di Natuna ini supaya ada solusinya, namun sampai kini belum ada jawaban yang memuaskan. Akibatnya, yang disalahkan adalah pemerintah," jelas Bupati dengan rasa kecewa.

Disamping itu, kata Bupati, pihak pemerintah sendiri sudah siap mengucurkan dana subsidi kepada PLN, agar pelayanannya kepada masyarakat bisa optimal, namun pihak PLN menolaknya.

"Terkait dengan kurangnya optimalnya pelayanan PLN kepada masyarakat, pemerintah sendiri siap membantu dengan dana subsidi, namun semua itu di tolak oleh pihak PLN," ungkap Ilyas.

Sebagaimana di ketahui, pada tahun 2009 dan 2010 lalu pemerintah Natuna mengucurkan dana
sebanyak Rp75 Milar pertahun, namun semenjak tahun 2011 lalu, PLN Ranai sudah menyatakan secara resmi untuk tidak menerima lagi subsidi dari pemerintah. Dengan alasan bahwa PLN Ranai sudah sanggup menyediakan listrik secara mandiri.

"Pada tahun 2011 lalu, pihak PLN sendiri yang menolak untuk menerima subsidi, padahal pemerintah sudah bersedia untuk membantu agar pelayanan listrik kepada masyarakat tidak terkendala. Coba lihat sekarang, hampir tiap hari listrik mati," ungkapnya dengan nada kesal.

Dilain tempat, sejumlah warga Ranai mengatakan, bahwa PLN Ranai tidak konsisten dengan janjinya, sebab semenjak tanggal 10 Desember 2013 lalu, pihak PLN Ranai akan melakukan normalisasi. Namun sampai kini belum juga terealisasi.

"Dari hasil pertemuan, PT Bima Golden Powerindo (BGP) , mitra PLN selaku pemilik mesin yang rusak, melalui surat yang ditandatangani diatas materai oleh kordinator PT GBP David Arman, berjanji melakukan normalisasi, namun sampai kini semakin parah.

Joan, salah seorang warga Natuna mengatakan, bahwa saat ini ada kepekaan pihak PLN dan pemerintah dalam menyikapi persoalan krisis listrik yang terjadi. Dia menilai, PLN tidak profesional dalam menjalankan roda bisnisnya, karena dianggap tidak mampu menghitung kebutuhan listrik untuk Kota Ranai.

Sementara itu, Yendro, pengelola warnet di jalan Sudirman Ranai, juga mengatakan lebih sebulan ini pasokan listrik terlihat sangat lemah, dan sering mati, sehingga mengakibatkan pendapatannya menurun, bahkan banyak alat warnetnya yang rusak.

"Akibatnya kami bukan hanya mengalami kerugian karena pemasukan berkurang akibat
penggunaan genset, bahkan sejumlah peralatan rusak," pungkasnya. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026