
Warga Pulau Laut, Natuna Terancam Kelaparan

Natuna (Antara Kepri) - Masyarakat di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, saat ini resah dan khawatir kelaparan arena sudah hampir satu minggu kapal Perintis yang biasa membawa sembako ke daerah tersebut tak kunjung sampai.
"Sudah lebih satu minggu kapal Perintis yang biasa membawa sembako ke Pulau Laut tak sampai-sampai. Akibatnya, hampir semua masyarakat yang berada di perbatasan NKRI ini merasa was-was dan kawatir," ujar Camat Pulau Laut, Andrizalzen, ketika dihubungi melalui ponsel, Senin.
Andrizalzen mengatakan, diwarung-warung yang biasa menjual sembako sudah tidak ada lagi stoknya, seperti, beras, minyak goreng, dan telur. Begitu juga dengan sayur mayur yang biasa didatangkan dari luar Pulau Laut.
"Yang sudah mulai habis stoknya yang biasa dijual diwarung-warung kelontong adalah beras, telor, dan minyak goreng, di tambah lagi dengan sayur mayur, seperti bawang, tomat," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berusaha bersama pengusaha lokal untuk mengatasi kekosongan sembako ini, yaitu dengan cara mendatangkan dari Sedanau, dikarenakan gelombang yang tinggi di perairan laut menuju Pulau Laut itu, sehingga kapal yang membawa sembako, masih tertahan dipelabuhan kecamatan Bunguran Barat tersebut.
"Kami dari pemerintah kecamatan bersama pengusaha lokal, sudah berusaha agar sembako ini tidak terjadi kekosongan, salah satunya dengan mendatangkannya dari Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, namun di karenakan gelombang laut yang tinggi disekitar perairan Pulau Laut, kapal yang mengangkut sembako itu tak berani berlayar," jelasnya.
Camat Pulau Laut tersebut, sangat mengkawatirkan kebutuhan masyarakatnya, bila dalam minggu ini kapal yang membawa sembako tak bisa sampai didaerah yang berada di perbatasan NKRI ini.
"Saya sangat mengkawatirkan bila dalam minggu ini kapal-kapal yang membawa sembako tak juga sampai di pulau terluar ini, seperti kapal Perintis Jaya 3 atau kapal nelayan yang biasa mengangkut sembako dari daerah lain. Bisa saja terjadi kelaparan di daerah terdepan NKRI ini," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
