Logo Header Antaranews Kepri

KPU Batam Minta Tambahan Pengamanan

Selasa, 4 Februari 2014 20:40 WIB
Image Print
Logo KPU (antaranews.com)

Batam (Antara Kepri) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam Muhammad Syahdan meminta tambahan pengamanan untuk ditempatkan di Kantor KPU, Sekupang, menjelang datangnya surat suara pada pertengahan Februari 2014.

"Tambahan pengamanan diperlukan untuk di gudang logistik kami, karena sebentar lagi surat suara datang. Itu perlu pengamanan ekstra," kata Ketua KPU di Batam, Selasa.

Ia mengatakan pemerintah kota sudah bersedia menyediakan empat orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjaga Gedung Logistik KPU Batam.

"Nanti akan dibuat dua waktu kerja, pagi dan malam, masing-masing dua orang," kata dia.

KPU juga meminta tambahan keamanan dari aparat kepolisian, namun belum dipastikan jumlah personel yang akan ditempatkan.

Selain menjaga keamanan, petugas juga akan memeriksa pekerja sortir surat suara yang dipekerjakan KPU untuk memilah-milah surat suara Pemilu 2014.

"Jadi nanti seluruh pekerja akan diperiksa bolak balik, begitu datang dan meninggalkan gudang. Agar tidak ada kecurangan," kata dia.

Syahdan mengatakan surat suara akan tiba di Kantor KPU Batam pada pertengahan Februari 2014.

KPU akan melelang pekerjaan sortir surat suara untuk memilah-milah surat suara yang rusak dan tidak dapat digunakan menjelang Pemilu Legislatif 2014.

Proses lelang akan dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Pemerintah Kota Batam dan diharapkan berlangsung bersih tanpa kecurangan. Nilai pekerjaan memilah-milah kertas suara di atas Rp200 juta, sehingga harus melalui proses lelang.

Ia mengatakan KPU membutuhkan ratusan pekerja sortir, karena jumlah kertas suara mencapai 5 juta lembar, relatif banyak.

Meskipun terdengar remeh, namun pekerjaan sortir surat suara dinilai sangat penting, demi kesahihan pelaksanaan Pemilu Legislatif, kata Ketua KPU, karena surat suara yang cacat bisa mempengaruhi keabsahan pemilihan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026