
Kepri Belum Selesai Perbaiki NIK Invalid

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Kependudukan dan KPU kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sampai sekarang belum selesai memperbaiki nomor induk kependudukan yang invalid.
"Kami menemukan 116.552 nomor induk kependudukan (NIK) yang bermasalah di wilayah ini. Temuan KPU RI itu masih dalam tahap perbaikan, dengan melakukan sinkronisasi data antara kedua lembaga," kata Ketua KPU Kepulauan Riau (Kepri) Said Sirajudin, dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Ia mengemukakan, KPU kabupaten dan kota bekerja sama dengan dinas kependudukan setempat untuk menuntaskan permasalahan itu. Perbaikan NIK ditargetkan paling lama 14 hari sebelum hari pemungutan suara (9 April 2014).
"Kami memiliki komitmen untuk memperbaiki NIK yang sedikit bermasalah semaksimal mungkin. Hasilnya mudah-mudahan maksimal, dan dapat diterima pulbik," katanya.
Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kepri sebanyak 3.745 TPS. Sedangkan jumlah pemilih sebanyak 1.282.716 orang berdasarkan hasil verifikasi 4 Desember 2013.
Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan NIK menjadi bermasalah, seperti pemilih pemula yang belum memiliki KTP, pemilih yang terdaftar ganda.
NIK "invalid" terbanyak terdapat di Kota Batam yaitu sebanyak 108.155, menyusul Bintan 4.017 dan Natuna 1.983. Sementara untuk Tanjungpinang hanya 998, Karimun 615, Lingga 461 dan yang paling sedikit adalah Kepulauan Anambas yang hanya 323.
"Pemilih yang belum memiliki NIK, akan diberikan NIK oleh Dinas Kependudukan. Pemilih yang memiliki identitas kependudukan, atau mendapat rekomendasi dari RT tempat pemilih itu tinggal, harus mendapatkan haknya sebagai pemilih, meski tanpa NIK," katanya.
KPU RI sampai sekarang telah mencoret ribuan nama pada daftar pemilih tetap (DPT) yang disebabkan ganda dan meninggal dunia. Jumlah pemilih tetap berkurang 2.891 orang setelah perbaikan data melalui sistem data pemilih.
"Pada penetapan DPT 2 Desember 2013, jumlah dalam DPT sebanyak 1.281.550 orang, dan berkurang sebanyak 2.891 orang, sehingga menjadi 1.278.659 pemilih," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
