Logo Header Antaranews Kepri

Warga Karimun Antre dapatkan Air Bersih

Jumat, 14 Maret 2014 02:40 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Warga Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, antre mendapatkan air bersih pada sejumlah sumur umum dan truk atau lori air yang membagikan air secara gratis.

Pemandangan antre tampak di Gang Asoka, Gang Awang Nur, Jalan A Yani dan beberapa kawasan padat penduduk di Baran, Kecamatan Meral.

Warga di kawasan itu antre mendapatkan air yang dibagikan secara gratis oleh Perkumpulan Marga Ang, salah satu marga Tionghoa sejak beberapa lalu.

"Kami dapat jatah dua ember, meski hanya cukup untuk masak dan air minum. Tapi, kami berterima kasih kepada Marga Ang yang membagikannya tanpa biaya," kata Wati, warga Baran, Kamis.

Wati mengaku ikut antre karena persediaan air bersih di rumahnya sudah habis.

"Kemarau sejak tiga bulan ini mengakibatkan sumur kami kering. Sedangkan harga air yang dijual lori-lori air mahal, naik dua kali lipat dari biasanya," ucapnya.

Di Gang Asoka, ibu-ibu sambil menenteng ember berkumpul menunggu kedatangan lori air dari Marga Ang tersebut.

"Sudah satu jam menunggu datangnya lori air. Biasanya, lori air Marga Ang itu singgah di sini," kata Ana, salah seorang warga Baran.

Ia mengaku tidak keberatan menunggu lama asalkan mendapatkan air untuk kebutuhan minum dan memasak.

"Selama ini, kami memang mengandalkan air yang dijual lori-lori untuk minum, tapi sekarang harganya mahal, jika sebelumnya Rp150 ribu untuk pemakaian dua minggu, sekarang menjadi Rp300 ribu," katanya.

Sedangkan untuk mandi, menurut dia masih menggunakan air sumur.

"Air sumur masih ada walau tinggal sedikit, tapi tidak bisa diminum karena agak payau," katanya.

Sementara itu, beberapa sumur umum di Kecamatan Karimun, seperti di Jalan Teuku Umar atau Pelipit juga dipadati warga.

"Di rumah tidak ada air," kata Sarno, seorang warga yang antre di sebuah sumur umum di Pelipit.

Sarno membawa dua jerigen untuk diisi air yang kemudian ia angkut dengan sepeda motor menuju rumahnya.

"Dua jerigen itu cukup untuk empat hari, setelah itu kami ambil lagi ke sini," katanya.

Ia mengatakan, sumur umum empat persegi dengan dinding cor itu hampir kering karena warga banyak mengambil air sejak satu bulan terakhir.

"Kami berharap segera turun hujan, kalau tidak kami akan kesulitan karena sumur ini hampir kering," katanya.

Ia juga berharap agar pemerintah daerah segera merealisasikan janji untuk mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk membagikan air kepada warga.

"Kami baca di koran, pemerintah mau membagikan air. Kami tentu berharap secepatnya direalisasikan," ucap Sarno.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Setkab Karimun Muhammad Yosli mengatakan, mobil pemadam kebakaran akan dikerahkan untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang terkena dampak kekeringan.

"Penyaluran air dengan mobil pemadam diperuntukkan bagi warga yang bukan pelanggan PDAM. Sedangkan untuk pelanggan unit usaha air bersih Perusda, akan diupayakan dengan menyedot air waduk Dang Merdu ke waduk Bati yang sudah kering," katanya.

Waduk Bati, kata Yosli merupakan sumber air bersih Perusda untuk didistribusikan kepada ribuan pelanggan. Namun, waduk tersebut kering, dasar waduk tersebut retak-retak akibat terpaan panas matahari.

"Waduk Bati memang kering dan sudah ditinjau oleh Wakil Bupati kemarin. Solusinya adalah dengan menyedot air waduk Dang Merdu dengan pompa air dan dialirkan ke waduk Bati yang letaknya berdekatan," katanya (Antara)

Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026