
Benda Purbakala Berusia 800 tahun Ditemukan di Natuna

Natuna (Antara Kepri) - Benda-benda purbakala dari zaman Dinasti Song serta kerangka manusia yang diperkirakan terkubur lebih dari 800 tahun lalu, ditemukan di kawasan pantai Desa Sepempang Kecamatan Bunguran timur, Natuna oleh Tim Arkeolog Nasional.
"Benda-benda bersejarah ini, seperti keramik dari Dinasti Song, serta kerangka manusia yang diperkirakan berusia lebih dari 800 tahun yang berjenis kelamin perempuan, dan panjang sekitar 1,5 meter, ini salah satu bukti, bahwa pulau Natuna ini memiliku sejarah kehidupan jauh sebelumnya," ungkap Ketua tim Penelitian Pusat Arkeologi Nasional Kemendikbud, Prof. Nani Harkantiningsih.
Temuan ini kata Nani, belum bisa disimpulkan oleh Tim Arkeolog, misalnya asal muasal dan dari daerah mana. Karena harus melalui proses penelitian mendetil dari organ kerangka manusia tersebut.
"Yang jelas, penemuan benda antik dan kerangka manusia ini, merupakan rangkaian sejarah kehidupan masa lalu sejak abad ke 10. Dimana pulau Natuna sudah dijadikan tempat persinggahan dan pintu masuk perdagangan dan perekonomian nusantara, yang biasa disebut jalur sutera," katanya.
Sementara Peneliti Arkeologi Pusat Nasional, Soni Wibisono menambahkan, potensi arekeologi Natuna dikuatkan lagi dengan ratusan bahkan ribuan jenis keramik dari berbagai tungku belahan di negara asia yang ditemukan di pulau Natuna. Mulai dari abad ke 10, abad ke 12 hingga abad ke 13.
"Natuna ini pulaunya kecil, tapi memiliki potensi besar. Sepanjang kami melakukan penelitian arkeologi, baru sekarang menemukan keragaman peninggalan dari berbagai negara yang berada dalam satu pulau," ujar Soni.
Soni menambahkan, untuk saat ini, penelitian masih berjalan. Namun tim harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar ikut membantu informasi dan tidak menghambat kegiatan penelitian ditengah lingkungan masyarakat.
"Kami ingin, masyarakat memahami pekerjaan kami. dan membantu mengungkap potensi Natuna secara ilmiah, seperti apa budaya masa lalu daerah yang terdepan NKRI ini," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
