Logo Header Antaranews Kepri

KPU Karimun Dahulukan Logistik Daerah Pulau

Rabu, 26 Maret 2014 21:22 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mendahulukan pendistribusian logistik daerah pulau untuk mengantisipasi keterlambatan jelang pemungutan suara Pemilu 9 April 2014.

"Pendistribusian logistik kita mulai pada Selasa (1/4) daerah pulau terjauh," kata Ketua Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum Karimun Raja Anwar di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Raja Anwar mengatakan, pihaknya menyewa satu kapal untuk mendistribusikan logistik daerah pulau, yaitu Kecamatan Durai, Moro dan Buru.

Kapal tersebut, kata dia, berlayar secara berantai mulai dari Kecamatan Buru, Moro hingga Durai yang merupakan kecamatan terjauh dari ibukota Tanjung Balai Karimun di Pulau Karimun Besar.

"Keputusan mendahulukan logistik tiga daerah itu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, seperti cuaca buruk di laut," ucapnya.

Sedangkan pendistribusian logistik untuk Pulau Kundur yang terdiri atas tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kundur, Kundur Utara dan Kundur Barat dilakukan pada Rabu (2/4).

Ia mengatakan, pendistribusian logistik ke Pulau Kundur tidak lagi dengan kapal laut, tetapi menggunakan 12 truk yang menyeberang dengan kapal roro dari Pelabuhan Parit Rampak, Kecamatan Meral menuju Pelabuhan Roro Selat Beliah, Kundur Barat.

Dari Kundur Barat, truk pengangkut logistik melanjutkan perjalanan pada setiap kecamatan, termasuk logistik untuk Kecamatan Belat dan Ungar yang diseberangkan dengan kapal laut.

Sementara, logistik untuk empat kecamatan di Pulau Karimun Besar, yaitu Kecamatan Karimun, Meral, Meral Barat dan Tebing didistribusikan pada Kamis (3/4) dengan menggunakan truk.

Ia menuturkan, seluruh logistik meliputi surat suara, tinta, segel, berbagai formulir isian, bilik suara dan alat kelengkapan pemungutan suara lainnya sudah selesai disortir dan dimasukkan dalam kotak suara.

Seluruh logistik yang sudah disatukan itu, ditargetkan tiba di gudang Panitia Pemilihan Kecamatan pada H-5, gudang Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada H-3 dan di tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 491 TPS pada H-1 menjelang pemungutan suara.

Setiap TPS, kata dia, terdiri atas 4 kotak suara, masing-masing kotak suara untuk pemilihan anggota DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR dan DPD.

"Dalam pendistribusian logistik akan dikawal aparat kepolisian. Kemungkinan kami minta bantuan dari Polres sebanyak 20 polisi," ucapnya. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026