Logo Header Antaranews Kepri

200 Pedagang Barang Bekas Batam Protes Pemindahan

Selasa, 29 April 2014 06:25 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri - Sejumlah pedagang pasar barang bekas Singpang Batu Besar Kota Batam protes dan menolak pemindahan lokasi berdagang mereka ke Pasar Hang Tuah yang dinilai tidak prospektif.

"Jumlah pedagang lebih dari 200, kami maunya dipindah ke belakang pasar yang ada saat ini. Kami tidak mau dipindah ke Pasar Hang Tuah karena tidak strategis," kata Ketua Pedagang, Heriyadi saat menggelar aksi di Kantor Kelurahan Batu Besar, Senin.

Pasar barang bekas Batu Besar dalam waktu dekat akan digusur karena menggunakan lahan yang akan segera dibangun jalan ruas kedua dari Simpang Batu Besar arah ke Pintu Gerbang Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Pengerjaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran sekitar Rp29 miliar saat ini sudah dilakukan dan hampir sampai ke pasar yang ramai saat sore hingga malam tersebut.

"Kami minta dimundurkan saja, kan lahan di belakang pasar masih kosong. Jadi tidak usah dipindah ke Pasar Hang Tuah," kata dia.

Pasar Hang Tuah juga berlokasi ke Batu Besar berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi pedagang saat ini. Pasar tersebut sedikit menjorok ke dalam sehingga tidak nampak dari jalan raya.

"Kami minta pihak kelurahaan saat rapat dengan berbagai pihak terkait menyampaikan tuntutan kami ini," kata Hariyadi.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan lahan yang saat ini ditempati oleh pedagang dalam ROW jalan jadi harus dikosongkan karena akan dibangun.

Ia mengatakan, memindahkan pasar ke belekang lokasi yang sekarang juga tidak mungkin karena masuk kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam sehingga akan mengganggu keselematan penerbangan.

"Mundur tidak bisa, itu masuk kawasan bandara. Mengganggu keselamatan penerbangan. Menempatkan mereka di Pasar Hang Tuah itu sudah langkah bijak," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026