
100 Jenis Soto Dihidangkan dalam PPKI

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 100 jenis soto dari berbagai daerah di Indonesia dihidangkan dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI), bersama produk-produk kreatif lainnya di Batam, Jumat.
"Soto adalah masakan ikonik Indonesia, kami dorong, sambut baik, inisiatif Lembaga Sertifikasi Profesi Indonesia Jasa Boga yang mengadakan ini," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Batam, Jumat.
Kuliner soto dianggap sangat unik, karena hampir ada di seluruh daerah di Indonesia dengan rasa yang berbeda-beda.
Pemerintah sudah menetapkan Soto Lamongan sebagai kuliner ikonik Indonesia. Namun sebenarnya, menurut Menteri tidak hanya Soto Lamongan yang ikonik.
Hidangan 100 jenis soto itu mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia. Di antara soto yang dihidangkan antara lain Soto Padang, Soto Lamongan, Soto Bandung, Soto Mie, Coto Makassar, Soto Sulung dan lainnya.
Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Indonesia Jasa Boga Sulasmiati Supardan mengatakan 24 koki memimpin pembuatan soto itu.
"Ini menghadirkan 100 macam masakan cita rasa nusantara," kata dia.
Menurut dia, tidak sulit mendapatkan berbagai resep soto khas dari setiap daerah, karena pemilik jasa katering sudah mengumpulkannya sejak bertahun-tahun yang lalu.
Meski ada 100 macam soto, namun menurut dia, rasanya berbeda-beda. Begitu pula bahan yang digunakan untuk meracik soto.
"Rasanya beda-beda. Beda banget," kata dia.
Umumnya, setiap daerah memiliki soto masing-masing yang resepnya turun menurun dari leluhur.
LPSI Jasa Boga berupaya melestarikan kuliner khas Indonesia, agar tidak diakui menjadi warisan leluhur bangsa lain. Tidak hanya soto, LPSI juga menggali khasanah kuliner lain seperti sate dan nasi goreng.
Sate dan nasi goreng juga memiliki banyak rupa di Indonesia, dan semuanya identik. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
