Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Gelar Temu Pengusaha di Singapura

Minggu, 22 Juni 2014 18:39 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Singapura dan Konsulat Jenderal Singapura di Batam mengadakan temu pengusaha di Singapura dihadiri sekitar 100 pebisnis setempat.

"Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (18/6). Tujuannya untuk lebih memperkenalkan perkembangan Batam kepada investor yang ada di Singapura. Selain itu juga sebagai sarana pertukaran informasi tentang regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan investasi di daerah kita," kata Direktur Pelayan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho dalam rilisnya, Minggu.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut, kata dia, juga bekerja sama dengan Singapore Economic Development Board (EDB), Singapore International Enterprise dan Singapore Business Federation (SBF).

Duta besar RI untuk Singapura Andri Hadi dalam sambutannya mengatakan, dukungan Singapura terbesar terhadap Indonesia adalah di bidang ekonomi.

Hal ini bisa dilihat, salah satunya, melalui kerja sama Indonesia dan Singapura terhadap pengembangan kawasan Batam Bintan dan Karimun (BBK).

Program restruktur perekonomian Singapura berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia, terutama bagi Batam.

Bahkan saat ini Sembawang telah menjalin hubungan kerja sama dengan industri di Jakarta, Bekasi dan Karawang (Jababeka).

Di satu sisi, menurut Andri Hadi, Indonesia memiliki tenaga kerja yang kompetitif yang menunjang kegiatan industri Singapura.

Sementara, Direktur Eksekutif EDB Chiu Wen Tung mengemukakan, untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara, perlu diidentifikasi serta dikelola kelemahan dan kekuatannya, kemudian secara bersama-sama mengambil manfaatnya.

Chiu Wen Tung mengatakan, EDB telah berupaya untuk membantu mewujudkan kerja sama yang erat antara pengusaha Indonesia dan Singapura. Bahkan telah mendorong untuk dibentuknya One Stop Team di Batam yang dimaksudkan untuk membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi para investor dalam berinvestasi di Batam.

Menurut EDB, Batam telah semakin berkembang dan mengalami kemajuan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tenaga kerja yang kompetitif, transportasi pengiriman barang yang tepat waktu.

Deputi Administrasi dan Program BP Batam M Prijanto mengemukakan, hingga akhir 2013, Batam telah menarik 119 PMA senilai 394 juta dolar AS. Sementara pada kuartal pertama 2014 telah menarik sedikitnya 35 persetujuan PMA baru senilai 155 juta dolar AS.

Prijanto juga mengatakan, BP Batam telah membentuk unit One Stop Team (OST) yang diketuai Direktur PTSP dan Humas Dwi Djoko Wiwoho.

Tim ini dibentuk sebagai implementasi kerja sama antara Kemenko Perekonomian RI dan EDB, yang bertugas untuk membantu investor yang akan berinvestasi di Batam.

Prijanto mengatakan, investasi di Batam terus meningkat berasal dari 34 negara dari enam benua, baik murni maupun joint venture.

Singapura menduduki posisi teratas dengan 593 yang beroperasi di Batam dengan nilai investasi 2,22 miliar dolar AS, di antaranya adalah Honfoong Plastics, Kopatria Petroleum, Batamec dan Ecogreen. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026