Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Batam Minta Pengawasan Arus TKI Diperketat

Rabu, 2 Juli 2014 11:36 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Komisi IV DPRD Kota Batam meminta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) perketat pengawasan pelabuhan-pelabuhan di Batam untuk mengurangi tingginya TKI ilegal yang keluar melalui kota tersebut.

"Banyaknya TKI ilegal yang bermasalah dan mendapat kekerasan fisik di Malaysia karena pengawasan tidak ketat. Kalau pengawasan ketat, maka tidak akan banyak TKI terutama perempuan menjadi korban kekerasan di Malaysia," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Batam, Rabu.

Riki yang masuk bursa calon Gubernur Kepri tersebut berada di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Batam melihat kondisi delapan tenaga kerja Indonesia yang barusaja dideportasi dari Malaysia melalui Batam.

Dua diantara warga yang dideportasi adalah balita usia dua bulan Muhammad Rizwan Apriyan anak dari Rina Rachmawati asal Provinsi Lampung. Sementara itu, Muhammad Iwan, dua tahun anak dari TKI Indah Sartika asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seorang warga lain asal Cibinong, Banten, juga menjadi korban dua kali pemerkosaan di Malaysia. TKI lainnya tidak mendapatkan upah saat bekerja di Malaysia.

"Semua yang dideportasi karena tidak memiliki dokumen lengkap. Akhirnya mereka tidak memiliki nilai tawar dan menjadi korban perbudakan moderen," katanya.

Ia mengatakan, akan berkoordinasi dengan daeah mayoritas asal TKI tersebut agar juga mengawasi dan memastikan warganya dikirim dengan dokumen lengkap.

Petugas Pendamping TKI bermasalah Kementerian Sosial RI di Batam, Febriana mengatakan, semua TKI yang dideportasi tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan.

Selain tidak mendapat gaji, kata dia, rata-rata mendapatkan kekerasan fisik dan nonfisik.

"Banyak yang pulang membawa bayi dan tidak memiliki hubungan pernikahan. Diantaranya juga korban perkosaan saat di Malaysia," kata dia.

Setiap ada TKI dideportasi, kata dia, banyak pihak yang mencoba meminta para TKI tidak dipulangkan ke daerah asal.

"Banyak penyalur yang meminta agar para TKI bisa diambil untuk dipekerjakan kembali ke Malaysia," kata Febriana. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026