Logo Header Antaranews Kepri

Minyak Tanah Langka di Anambas

Selasa, 15 Juli 2014 08:36 WIB
Image Print

Anambas (Antara Kepri)- Sejak awal Ramadhan warga di Kabupaten Kepulauan Anambas sulit mendapatkan minyak tanah dan jika pun ada harganya sangat mahal.

Untuk kecamatan yang langka terdapat di Siantan, Siantan Timur, Siantan Tengah dan Siantan Selatan. Warga di kecamatan tersebut mengaku kesulitan mendapatkan minyak
tanah.

"Rata-rata kami disini ibu-ibunya memasak memakai kompor, tentu minyak tanah sangat kami perlukan. Mau beli gas mahal, kita di sini bekerja sebagai petani cengkeh yang berpenghasilan tidak mententu, kalau tidak ada lagi ya terpaksalah kami masak pakai kayu bakar,"keluh Jasmin, warga Tiangau, Kecamatan Siantan.

Ibu satu orang anak ini mengaku, sudah dua minggu kompornya kering minyak.

Sementara itu, untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah tersebut Pemkab Anambas melalui Bagian Ekonomi sebelumnya sudah menyurati PT Pertamina Batam untuk dilakukannya operasi pasar minyak tanah di Kepulauan Anambas. Namun sayangnya sampai hari ini OP minyak tanah itu belum juga tiba ke Anambas.

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Kepulauan Anambas, Eka Saputra mengatakan, bahwa Pemkab Anambas telah layangkan surat permohonan untuk dilakukan operasi pasar minyak tanah
di Anambas.

"Suratnya sudah kita sampaikan ke Pertamina. Tinggal menunggu penegasan dari Pertamina tersebut,"kata Eka.

Ia mengatakan, penegasannya yaitu berapa jumalah kuota yang akan diberikan untuk Operasi Pasar minyak tanah di Anambas belum tahu secara pasti. Namun pemkab Anambas telah ajukan
sebelumnya 100 KL. Untuk tahun 2013 Anambas mendapat 60 KL dari Pertamina.

Sampai hari ini belum ada penegasan disetujui apa tidak. Pejabat pemkab Anambas ini juga sudah menanyai pihak Pertamina Batam melalui pesan SMS, dengan balasan singkat
dari pihak pertamina katanya sekarang tinggal menunggu penegasan dari Batam.

"Sampai hari ini belum ada penegasan disetujui apa tidak oleh pihak Pertamina. Namun kami sudah tanyai kepada pihak Pertamina Batam melalui SMS, mereka merespon melalui pesan singkat bahwa info dari Medan mengenai OP minyak tanah di Anambas sudah disetujui, namun angkanya belum diketahui berapa. Ini masih simpang siur masih belum ada kepastian 100 persen dari pihak pertamina,"ungkap Eka

Eka menghimbau kepada ibu-ibu di Anambas sementara waktu untuk bersabar atas keterlambatan minyak tanah ini.

Disamping itu ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk membantu mempermudahkan proses menyaluran minyak tanah ke Anambas.

Mudah-mudahan kata Eka, sebelum lebaran pihak Pertamina sudah memberi informasi. Karena usulan pemerintah sudah dikoordinasi oleh pihak agen.

"Kami selaku pemkab Anambas minta diinformasikan penegasannnya. Kita meminta juga kepada pihak Pemprov Kepri tolong dibantu, karena dengan tiadanya minyak tanah ini
masyarakat Anambas sudah mulai resah, Sementara itu juga kepada agen mitan yang ada di Tanjungpinang untuk terus memantau dan meninjau perkembangan disana, ini penting
karena mereka lebih tau saat berada di lapangan,"tuturnya.
Berdasarkan informasi terakhir, lanjut Eka mereka sudah di-follow up minyak 2 kali dari medan, namun penegasannya belum tau disetujui apa di tolak.

Sementara itu, untuk mengantisifasi kelangkaan minyak tanah saat ini, pemkab Anambas tetap memberangkatkan agen untuk menyuplai mitan di ke Tanjungpinang.

"Untuk yang reguler pada Kamis (10/7) kemarin agen sudah berangkat, hari ini (Senin kemarin,red) sudah sampai lagi kesini. Agen ini biasanya masuk bisa dua kali, Kalau
bisa dalam waktu dekat ini bisa diangkut dan sebelum lebaran mereka bisa berangkat lagi mengambil minyak operasi Ramadhan. Mudah-mudahan masih ada pelayaran agen pada
minggu ketiga," harapnya.

Sebelumnya, Eka mengatakan untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah ini Pemkab Anambas akan melakukan pendataan ulang bagi pengguna minyak tanah di Anambas.

Pendataan ini ditujukan kepada pedagang, pengusaha maupun usaha-usaha kecil yang menggunakan minyak tanah. Pendataan ini rencananya dilakukan sekitar bulan Agustus, September atau setelah lebaran haji. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026