
Polres Karimun Sediakan Layanan Titipan Kendaraan

Karimun (Antara Kepri) - Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor bagi warga yang pulang mudik Lebaran di kampung halaman.
"Bagi yang mau mudik, silakan titip motornya di Polsek, kalau tinggal di Meral silakan titip di Polsek Meral, atau boleh juga di halaman Polsek dekat pelabuhan. Tidak membayar dan gak ada uang parkir," kata Kepala Polres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Kapolres mengatakan layanan penitipan sepeda motor merupakan bentuk dukungan jajarannya dalam menciptakan suasana mudik yang lancar dan aman, terutama untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.
Menurut dia, motor yang ditinggal di rumah yang kosong karena pemiliknya mudik memberi kesempatan timbulnya tindak kejahatan pencurian.
Karena itu, pihaknya setiap tahun menyiapkan pelayanan penitipan sepeda motor dan pemudik bisa memanfaatkan layanan itu jika khawatir motornya dicuri jika ditinggal di rumah.
"Kalau sudah pulang mudik, silakan ambil kembali motornya," katanya.
Bagi pemudik yang menyimpan sepeda motor dalam rumah yang dalam keadaan kosong, ia mengimbau agar sepeda motor mereka dikunci ganda, stangnya juga dikunci.
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya juga akan mengintensifkan patroli rutin ke permukiman penduduk untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian terhadap rumah-rumah kosong karena ditinggal penghuninya mudik ke kampung halaman.
Personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Seligi 2014, menurut dia, akan meningkatkan pengamanan untuk menekan angka kejahatan selama musim mudik Lebaran.
"Kita sudah menerjunkan 344 personel untuk pengamanan mudik dan aktivitas masyarakat. Namun demikian, warga yang mudik juga harus waspada, tolong perhatikan keamanan rumah. Kunci rumah dan simpan barang-barang dengan baik," katanya.
Selain itu, ia juga mengimbau warga, terutama pemudik memastikan rumahnya dalam keamanan dari bahaya kebakaran, seperti memastikan peralatan elektronik seperti kipas angin, pendingin ruangan dan lainnya dalam keadaan mati.
"Kompor gas harus dipastikan tali gasnya dicabut karena rawan kebakaran. Kemarin saja sudah terjadi beberapa kali kebakaran. Karena itu, kami tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, baik melalui media cetak, radio maupun spanduk-spanduk," kata Dwi Suryo Cahyono. (Antara)
Editor: Chaidar
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
