Logo Header Antaranews Kepri

Penderita DBD di Karimun Bertambah Dua Orang

Kamis, 25 September 2014 23:45 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyebutkan penderita demam berdarah dengue (DBD) bertambah dua orang dari 275 menjadi 277 kasus.

"Ada penambahan dua kasus DBD dari Kecamatan Karimun. Karena itu, hari ini kami mengerahkan kader posyandu, RT, RW dan para pelajar untuk membagi-bagikan bubuk abate di Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun untuk menekan kasus DBD di daerah itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Berdasarkan catatannya, Kecamatan Karimun, terutama di kawasan Sei Lakam merupakan kawasan yang paling tinggi tingkat penularan DBD dibandingkan daerah lain.

Dari 277 kasus yang telah ditangani, kata dia, sebanyak 122 kasus berasal Kecamatan Karimun, 61 kasus dari Kecamatan Meral, 55 kasus di Tebing, 19 kasus di Kundur, dua kasus di Kundur Utara dan Kundur Barat dari 1 kasus di Kecamatan Moro. Dari 277 kasus itu, 7 di antaranya meninggal dunia yang terdiri dari enam anak-anak satu dewasa.

"Kami fokus menekan DBD di kawasan perkotaan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya mengintensifkan sosialisasi gerakan 4M Plus, yaitu Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau serta melakukan pengasapan atau fogging pada kawasan yang terkena DBD.

"Curah hujan yang cukup tinggi dalam bulan sangat rentan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti. Kita akan gencarkan sosialisasi 4M Plus agar masyarakat memiliki kesadaran dalam membersihkan lingkungannya. Jangankan biarkan air tergenang pada wadah-wadah yang berpotensi menjadi media berkembangbiaknya jentik-jentik," katanya.

Selain menyosialisasikan gerakan 4M Plus, Dinkes bekerja sama dengan sejumlah pihak juga menyosialisasikan kepada masyarakat agar mengenali ciri-ciri atau gejala DBD, antara lain mengalami demam panas tinggi antara dua sampai tujuh hari, nyeri perut, pendarahan berupa bintik-bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, syok, lemah, kulit dingin dan basah dan pingsan.

"Mengenali gejala DBD sangat penting. Jangan biarkan demam panas lebih dari dua hari, segera periksakan ke puskemas atau rumah sakit agar bisa ditangani sejak dini," katanya.

Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD pada 2011 tercatat 117 dengan dua penderitanya meninggal dunia, pada 2012 sebanyak 76 kasus dengan 1 korban meninggal dunia, sedangkan tahun 2013 sebanyak 84 kasus dengan dua korban meninggal dunia. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026