
Seorang Haji Kloter Pertama Batam Stroke

Batam (Antara Kepri) - Seorang haji asal Kota Tanjungpinang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Pertama Debarkasi Batam, Yulizar Binti Abdul Tholib menderita stroke dan terpaksa langsung dilarikan ke Rumah Sakit Otorita Batam, setibanya di Tanah Air, Jumat.
Petugas dokter Kloter Pertama, Dyni Ayu Lestari mengatakan Yulizar terpaksa mendapatkan perawatan intensif karena menderita AF + Ischemic Stroke + Septic Shock + Kardiomyopathy.
"Karena kondisinya harus dimonitor terus," kata dia.
Kondisi kesehatan Yulizar mulau turun saat menunaikan ibada di Mina, Mekkah. Oleh petugas Kloter, Yulizar dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Tanah Suci.
"Beliau baru saja kami jemput dari rumah sakit sebelum masuk bus pulang ke Tanah Air," kata dia.
Yulizar akan dirawat di RSOB hingga kesehatannya memungkinkan untuk dibawa ke Kota Tanjungpinang, Kepri.
Selain Yulizar, kondisi jamaah Kloter Pertama Debarkasi Batam lainnya relatif baik. Hanya menderita batuk dan kelelahan.
Sementara itu, 445 orang jamaah haji Kelompok Pertama Debarkasi Batam Kepulauan Riau ditambah dua orang haji pindahan dari Kloter 10, tiba di Tanah Air langsung disambut Gubernur Kepri Muhammad Sani setibanya di Asrama Haji Batam.
"Alhamdulillah, jumlah yang pergi sama dengan yang pulang, tidak kurang satu apa pun," kata Gubernur.
Gubernur mengajak seluruh jamaah untuk menjaga silaturahim, kebersamaan agar menjadi haji mabrur, kata dia.
"Ada tiga hal dalam konteks menjaga hubungan baik sesama manusia, di antaranya bermanfaat untuk orang lain dan berusaha menyenangkan orang lain," kata dia.
Jika tiga kunci itu dijalankan, selain menjaga hubungan dengan Allah, maka diharapkan para haji dapat menjadi haji mabrur.
Sementara itu, jamaah Haji Kloter Pertama dari Kota Batam diizinkan langsung meninggalkan Asrama Haji.
Sedangkan jamaah haji dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dijadwalkan menginap semalam, dam pulang ke daerah masing-masing Sabtu (11/10) menggunakan kapal cepat MV Baruna.
Dan jamaah dari Kabupaten Lingga, Natuna dan Kepulauan Anambas pulang ke daerah masing-masing Sabtu (11/10), menggunakan Kapal Cepat MV Oceana dan pesawat Sriwijaya Air serta Nusantara Air. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
