Logo Header Antaranews Kepri

Penderita DBD di Karimun Bertambah 52 Orang

Jumat, 10 Oktober 2014 20:59 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Penderita demam berdarah dengue di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sejak awal Oktober 2014 bertambah sebanyak 52 orang, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Karimun.

"Total kasus DBD hingga saat ini sebanyak 329 kasus, bertambah 52 orang selama Oktober," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Menurut Rachmadi peningkatan kasus DBD yang cukup banyak terjadi di Kecamatan Karimun yang hingga kini mencapai 134 kasus. Sedangkan kasus DBD di Kecamatan Meral tercatat 74 kasus, Tebing 69 kasus, Kundur 29 kasus, Kundur Barat 3 kasus, Kundur Utara 2 kasus dan Kecamatan Moro 1 kasus.

Sedangkan pasien DBD yang meninggal dunia, menurut dia tidak ada penambahan, tetap tujuh orang yang terdiri atas 6 anak-anak dan balita serta 1 dewasa.

"Kami berharap tidak ada penambahan korban meninggal dunia. Segera ke dokter jika mengalami demam panas mirip gejala DBD," kata dia.

Dinkes, menurut dia tidak henti-hentinya menyampaikan agar masyarakat waspada terhadap gejala DBD, yaitu demam panas tinggi dua sampai tujuh hari, nyeri perut, pendarahan berupa bintik-bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, syok, lemah, kulit dingin dan basah dan pingsan.

Ia kembali mengingatkan warga masyarakat berperan aktif mencegah meluasnya serangan DBD, yaitu dengan menggiatkan gerakan 3M, Menutup, Menguras dan Mengubur tempat-tempat yang dapat menampung air hujan.

Nyamuk aedes aegypti, jelas dia, berkembang biak pada air hujan karena itu warga diimbau untuk menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus.

"Kami secara intensif menyosialisasikan gerakan itu bekerja sama dengan berbagai sektor, memberdayakan kader posyandu dan berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan/desa hingga RT dan RW. Penaburan bubuk abate juga kami intensifkan, serta melakukan 'fogging' atau pengasapan pada kawasan yang terdapat kasus DBD," tuturnya.

Tingginya angka penularan DBD, menurut dia, membuat Dinkes tetap memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap wabah yang menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

"Tahun ini serangan DBD cukup tinggi dibandingkan 2013 sebanyak 84 kasus," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Tanjungbalai, Azmi mengatakan, pasien DBD yang telah dirawat di puskesmas itu mencapai 32 orang pada Oktober, 100 orang pada September dan 41 orang pada Agustus.

"Pasien DBD mendapat penanganan prioritas dan tidak dipungut biaya," kata dia.

Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD pada 2011 tercatat sebanyak 117 dengan dua penderitanya meninggal dunia. Pada 2012 sebanyak 76 dengan 1 korban meninggal dunia. Sedangkan 2013 sebanyak 84 kasus dengan dua korban meninggal dunia. (Antara)

Editor: Nurul Hayat



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026