
Personel Gabungan Amankan Natal di Karimun

Karimun (Antara Kepri) - Personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Lilin Seligi 2014 untuk pengamanan perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
"Personel gabungan itu berjumlah 500 anggota Pori, TNI AD, TNI AL, Syahbandar, Bea dan Cukai, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya. Khusus polisi berjumlah 200 orang," kata Kepala Kepolisian Resor Karimun AKBP Suwondo Nainggolan di Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Suwondo Nainggolan menjelaskan Operasi Lilin Seligi bukan bersifat penindakan, tetapit operasi kemanusiaan agar perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung kondusif dan aman.
Ia menuturkan, personel gabungan tersebut dikerahkan untuk pengamanan misa atau kebaktian Natal di seluruh gereja, menjaga pusat-pusat keramaian, serta mengamankan arus mudik di pelabuhan, baik di pelabuhan domestik maupun internasional Tanjung Balai Karimun.
Setiap personel yang ditugaskan setiap instansi, menurut dia saling mendukung dalam mewujudkan keamanan bagi umat Kristiani yang merayakan Natal, serta bagi warga masyarakat secara umum yang merayakan pergantian tahun di seluruh objek wisata dan pusat-pusat keramaian.
"Operasi ini juga terbagi dua, ada operasi terbuka dan tertutup. Operasi tertutup bertujuan untuk mendeteksi ancaman dan gangguan, termasuk juga mengerahkan personel dilengkapi pendeteksi bahan peledak untuk memastikan setiap gereja steril dari ancaman bom sebelum pelaksanaan misa Natal," ucapnya.
Lilin Seligi 2014, menurut dia berlangsung mulai 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015.
Ia menambahkan beberapa personel juga ditempatkan pada sejumlah posko pengamanan dan pelayanan Natal dan Tahun Baru.
"Hingga saat ini situasi di Karimun cukup kondusif. Namun demikian, kita tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Operasi Lilin Seligi 2014, menurut dia berlangsung mulai 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015.
Apel gelar pasukan Operasi Lilin Seligi dihadiri seluruh personel yang akan dikerahkan selama operasi tersebut dilaksanakan. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Aunur Rafiq.
Kapolri Jenderal Pol Sutarman dalam amanatnya yang dibacakan Aunur Rafiq mengatakan, Operasi Lilin dilaksanakan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas serta mewujudkan ketertiban berlalulintas selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2015.
Kapolri mengatakan operasi diawali dengan pengecekan pasukan, sarana prasaran serta pelaksanaan kegiatan dengan jumlah personel yang diturunkan secara nasional sebanyak 197.125 orang, terdiri atas 145.000 anggota Polri, 16.000 TNI dan 36.125 personel dari instansi terkait lainnya.
Personel gabungan sebanyak itu ditempatkan pada 2.152 pos pengamanan dan 760 pos pelayanan di seluruh Indonesia.
"Perayaan Natal dan Tahun adalah momentum akhir tahun yang selalu diikuti dengan dinamika situasi kamtibmas sehingga memerlukan langkah pengamanan secara komprehensif, termasuk fokus pada ancaman terorisme karena masih ada sel-sel teror yang aktif melakukan kegiatan," kata Kapolri.
Ia mengimbau agar seluruh personel bertugas penuh tanggung jawab pada setiap pos pengamanan dan pelayanan, seperti di tempat ibadah, jalan-jalan protokol, pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan objek wisata. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
