
Dam Tembesi Batam Masuk Proses Desalinasi

Batam (Antara Kepri) - Dam Tembesi di kawasan Jembatan I Barelang Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang dibangun sejak beberapa tahun terakhir kini memasuki proses desalinasi dan segera bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saat ini pengerjaan pembangunan sudah selesai dan masuk proses penghilangan kadar garam (proses desalinasi) agar bisa untuk kebutuhan air minum masyarakat Batam," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Kamis.
Dam Tembesi merupakan dam keenam yang dibangun oleh BP Batam dengan cara membendung laut, sehingga butuh proses menghilangkan kadar garam dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi (desalinasi).
Sebelum Dam Tembesi, BP Batam sudah membangun lima dam yaitu Dam Sei Harapan, Dam Sei Ladi, Dam Nongsa, Dam Mukakuning dan Dam Duriangkang yang sudah beroperasi.
Kapasitas Dam Tembesi diperkirakan akan mencapai 600 liter per detik akan dialirkan dengan jaringan pipa air bersih yang telah dibangun sebelumnya.
"Dengan beroperasinya Dam Tembesi, nantinya seluruh dam di Batam akan mampu memproduksi sekitar 3.435 liter air bersih per detik untuk menyuplai kebutuhan masyarakat," kata dia.
Dam Tembesi merupakan dam terakhir yang akan dibangun oleh BP Batam, mengingat keterbatasan lahan dan penyesuaian dengan kebutuhan lahan bagi kebutuhan investasi.
"Karena setiap dam juga membutuhkan daerah resapan air yang cukup luas, berupa hutan lindung, hutan wisata atau hutan jenis lainnya. Produksi air bersih sebesar 3.435 liter air bersih per detik diproyeksikan masih bisa untuk melayani kebutuhan Batam hingga 2016," kata Djoko.
BP Batam berharap, ketersediaan air bersih di Batam yang terus meningkat akan menjadi nilai lebih kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
"Untuk menarik investasi kami terus membangun infrastruktur termasuk sarana air bersih selain infrastruktur lain seperti pengembangan jalan, bandara dan pelabuhan," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
