Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Bentuk Tim Kenaikan Tarif Listrik Batam

Senin, 20 April 2015 17:42 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan membentuk tim khusus untuk membahas rencana kenaikan tarif listrik di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam oleh PT Bright Pelayanan Listrik Nasional.

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani di Batam, menyatakan tim itu akan mempelajari apakah perlu diterbitkan Peraturan Gubernur untuk menetapkan kenaikan tarif, sesuai dengan permintaan PT Bright PLN Batam.

Sebelum membentuk tim, Gubernur berencana mengadakan rapat bersama Komisi III DPRD Kepri dengan memanggil perwakilan Bright PLN Batam.

"Akan diskusikan dengan DPRD dulu. Dari hasil itu, barang kali akan ada tim kecil untuk mempelajari. Dari hasil itu akan dilaporkan ke kami. Nanti bisa ada alternatif untuk diputuskan. Apa dikeluarkan Pergub atau tidak," kata Gubernur.

Ia masih enggan untuk menetapkan kebijakan menaikkan tarif listrik Batam tanpa campur tangan DPRD, meski anak perusahaan PLN Persero itu meyakinkan tidak perlu keterlibatan legislatif.

Gubernur mengaku sudah mendiskusikan permintaan kenaikan tarif listrik Batam itu kepada Wali Kota Ahmad Dahlan. Sayang, Gubernur enggan memberikan keterangan detail mengenai isi perbincangan itu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur sempat mempertanyakan sikap Bright PLN Batam yang tidak terbuka soal keuangannya.

"Waktu untung, tidak menyampaikan publik. Tidak ada koordinasi dengan pemerintah di daerah. Waktu tidak untung, baru datang ke pemerintah," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan meminta Bright PLN Batam transparan soal kendala keuangan, termasuk rencana menaikkan tarif listrik.

"Dia harus terbuka. Kalau masalahnya dia rugi, ya rugi di mananya, berapa. Harus terbuka," kata Wali Kota.

Pemerintah kota tidak mempermasalahkan rencana kenaikan tarif listrik, asalkan anak perusahaan PLN Persero itu terbuka atas masalah yang dihadapinya.

Dengan begitu, kata Wali Kota melanjutkan, maka masyarakat bisa memahami kondisi Bright PLN Batam, bila benar-benar merugi.

Bright PLN Batam berancang-ancang untuk menaikkan tarif listrik yang berlaku di Kawasan Batam karena mengalami kerugian akibat kenaikan bahan produksi.

Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Koerniadipoera mengatakan kondisi anak perusahaan PLN Persero itu sedang dalam kesulitan, akibat kenaikan harga bahan bakar solar, gas dan batu bara serta menurunnya nilai tukar rupiah atas dolar AS. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026