Logo Header Antaranews Kepri

Soerya Akan Pertemukan Ansar dengan Nurdin

Selasa, 26 Mei 2015 10:33 WIB
Image Print
Pada saatnya kami bertiga akan bicara bersama, sehingga tidak ada yang merasa kalah.

Batam (Antara Kepri) - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Riau Soerya Respationo menyatakan akan mempertemukan dua kader Partai Golkar Ansar Ahmad dan Nurdin Basirun yang sama-sama melamar menjadi calon wakil gubernur Kepri dari partai banteng itu.

"Pada saatnya kami bertiga akan bicara bersama, sehingga tidak ada yang merasa kalah," kata Soerya di Batam Kepri, Senin.

Dalam pertemuan itu juga akan diupayakan agar keduanya saling mendukung siapa pun yang terpilih untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi Soerya Respationo.

Soerya menolak menyebutkan siapa di antara dua kader Partai Golkar itu yang lebih dekat dan cocok dengannya.

Ia menyebut tidak memiliki hak untuk menentukan nama calon wakil gubernur dari PDIP, bersama dengannya.

"Saya ini petugas partai. Akan melaksanakan apa yang menjadi keputusan partai," kata dia.

DPP PDIP akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan bagi semua calon kepala daerah tingkat I dan II untuk menetapkan siapa yang pantas menjadi calon kepala daerah dari PDIP, termasuk dirinya sendiri, Ansar Ahmad dan Nurdin Basirun.

Dalam uji kepatutan dan kelayakan, para calon kepala daerah akan diwawancara seputar idiologi pancasila, pandangan mengenai keberagaman, trisakti Bung Karno, kepemimpinan dan ilmu pemerintahan.

Selain uji kepatutan dan kelayakan, calon kepala daerah juga harus melalui tes psikologi yang melibatkan psikolog profesional.

Ketua Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad, yang juga mendaftar sebagai calon wakil gubernur dari PDIP mengatakan melakukan persiapan khusus menghadapi uji kepatutan dan kelayakan itu.

"Saya akan baca-baca, terutama yang Trisakti Bung Karno," kata dia.

Namun, ia merasa yakin mampu melalui uji kepatutan dan kelayakan karena nilai-nilai Partai Golkar dan PDIP memiliki kesamaan.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026