Logo Header Antaranews Kepri

Pemerintah Kepri Minta Kuota Beras Impor

Selasa, 26 Mei 2015 10:43 WIB
Image Print
Besok ada pertemuan dengan Presiden RI di Istana Negara. Saya akan menyempatkan waktu untuk mengobrol dengan Mendag, menindaklanjuti permasalahan itu.

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Kepulauan Riau (Kepri) meminta Kementerian Perdagangan memberi kuota beras dan gula impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

"Kepri bukan wilayah penghasil beras dan gula, karena itu membutuhkan beras dan gula impor. Kepri merupakan wilayah konsumtif," kata Gubernur Kepri HM Sani di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin.

Menurut dia, Pemerintah Kepri sudah melayangkan surat permohonan agar mendapat izin untuk mengimpor beras dan gula. Gubernur akan menindaklanjuti permohonan itu saat bertemu dengan Menteri Perdagangan (Mendag) di Istana Negara, besok.

"Besok ada pertemuan dengan Presiden RI di Istana Negara. Saya akan menyempatkan waktu untuk mengobrol dengan Mendag, menindaklanjuti permasalahan itu," ucapnya.

Sani mengemukakan tingkat permintaan beras dan gula di Kepri menjelang puasa diperkirakan meningkat. Jika tidak mendapat kuota impor beras dan gula, dikhawatirkan persediaan kedua komoditas itu tidak mencukupi.

"Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kepri sudah menghitung berapa kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Gubernur menambahkan kebutuhan beras dan gula di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone) Batam, Bintan dan Karimun dapat terpenuhi. Pemerintah pusat mengizinkan impor gula dan beras di kawasan tersebut.

"Kalau FTZ tidak masalah, tetapi kami inginkan itu berlaku menyeluruh," katanya.

Ia menjelaskan kondisi geografis Kepri berbeda dengan wilayah lainnya. Kepri berbatasan dengan negara tetangga sehingga beberapa kebutuhan pokok dipasok dari berbagai negara seperti Vietnam dan Thailand.

"Dari dahulu masyarakat Kepri mengonsumsi beras dan gula impor. Harganya lebih murah dengan kualitas yang cukup baik," katanya.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026