
PDIP Pastikan Gandeng Kader Golkar di Kepri

Saya tidak akan menanyakan keaslian ijazahnya. Partai yang melakukan, dalam proses penyaringan
Batam (Antara Kepri) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memastikan tetap akan menggandeng kader Partai Golkar dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau, meski tidak didukung Partai Pohon Beringin itu.
"Didukung atau tidak didukung Partai Golkar, kami tetap bersama kader Partai Golkar, karena Nurdin Basirun dan Ansar Ahmad merupakan kader Golkar dan keduanya sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon kepala daerah dari PDIP," kata Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo di Batam, Jumat.
PDIP tetap akan menunggu keputusan Partai Golkar. Dan jika partai berlambang beringin itu memutuskan tidak memajukan Nurdin Basirun atau Ansar Ahmad sebagai calon wakil gubernur, maka PDIP tetap mengusung Nurdin atau Ansar.
Rencananya Nurdin atau Ansar akan menjadi calon wakil gubernur bersama Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo.
Soerya memastikan, tanpa dukungan Partai Golkar, PDIP tetap bisa maju dalam Pilkada karena memiliki 20 persen kursi di DPRD Kepri.
"Namun, tetap lebih baik jika bisa bersama Partai Golkar, karena kami ingin mendapatkan dukungan sebanyak mungkin," kata Soerya.
Mengenai pilihan antara Nurdin dan Ansar, Soerya mengatakan tergantung pada hasil uji kepatutan dan kelayakan yang diadakan DPP PDIP di Jakarta beberapa waktu lalu.
Termasuk pemeriksaan keaslian ijazah dua bakal calon wakil gubernur itu.
"Saya tidak akan menanyakan keaslian ijazahnya. Partai yang melakukan, dalam proses penyaringan," kata dia.
Lebih lanjut, Soerya enggan mengomentari dugaan penggunaan ijazah palsu oleh bakal calon gubernur yang akan mendampingi dirinya.
Di tempat yang sama, Ketua Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad mengatakan masih menunggu keputusan islah di DPP Partai Golkar.
"Kami menunggu tim islah mengeluarkan aturan penjaringan calon," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
