
Pemprov Kepri Gesa Rehabilitasi RTLH

Saat ini angka kemiskinan tinggal enam persen dari 11 persen. Sesuai target RPJMD
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mempercepat pengerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni agar bisa selesai sebelum masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Muhammad Sani dan Soerya Respationo habis pada 19 Agustus 2015.
"Rehabilitasi RTLH terus dilakukan, sampai masa jabatan habis," kata Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo di Batam, Senin.
Rehabilitasi RTLH merupakan program unggulan pasangan Sani dan Soerya sejak awal memimpin Kepri pada 2010 demi pengentasan kemiskinan. Keduanya menargetkan memperbaiki 20.000 unit rumah dalam lima tahun kepemimpinannya.
Soerya mengatakan sebenarnya target merehabilitasi 20.000 unit rumah sudah selesai pada akhir 2014, namun pemerintah terus menambah program itu agar semakin banyak warga yang merasakan bantuan pemerintah.
Ia mengatakan masih terdapat 5.500 unit rumah lagi di seluruh kabupaten kota yang harus diselesaikan pada 2015.
"Sebelum masa jabatan saya habis, masih ada monev, tinggal pelaksanaan anggaran terakhir," kata Wakil Gubernur.
Soerya menduga pengerjaan rehabilitasi RTLH di Anambas, Lingga dan Natuna terkendala dan kemungkinan tidak bisa selesai pada waktunya, akibat rentang kendali yang jauh dan cuaca yang tidak bersahabat.
Diperkirakan bahan bangunan untuk rehabilitasi RTLH tidak sampai di lokasi sesuai waktu yang ditetapkan sehingga pengerjaannya menjadi molor.
"Cuaca kurang mendukung, sehingga pengerjaannya kurang 'on time'," kata dia.
Terpisah, Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan pemerintahannya berhasil mengentaskan kemiskinan sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, saat baru menjabat sebagai gubernur.
"Saat ini angka kemiskinan tinggal enam persen dari 11 persen. Sesuai target RPJMD," kata dia.
Ia pun menjamin pemerintah terus berupaya maksimal mengentaskan kemiskinan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
