
Sani-Nurdin dan Soerya-Ansar Cabut Nomor Urut

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, M Sani-Nurdin Basirun dan Soerya Respationo-Ansar Ahmad mencabut nomor urut di aula Asrama Haji Tanjungpinang, Rabu.
Sebelum Sani dan Soerya mencabut nomor urut peserta pilkada, KPU Kepri mempersilahkan Nurdin dan Ansar untuk mengambil satu dari sepuluh kertas yang tersedia di tabung kaleng setelah dikocok panitia.
"Ini untuk menentukan siapa yang lebih dahulu mengambil nomor urut. Calon Wakil Gubernur Kepri yang berhasil mendapatkan angka yang lebih besar, maka dipersilahkan kepada pasangannya untuk mengambil satu dari dua nomor yang tertulis pada kertas yang disimpan dalam tabung," kata Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KPU Kepri Marsudi yang mendamping peserta pilkada.
Ansar Ahmad berhasil mendapatkan nomor 7, sedangkan Nurdin Basirun nomor 3. Dengan demikian, Soerya berhak terlebih dahulu mengambil nomor undian.
Soerya mengguncang dua tabung yang berisi nomor 1 dan 2. Kemudian dia memilih tabung yang digenggamnya dengan menggunakan tangan kanan.
Soerya mendapatkan nomor dua, yang disambut dengan gembira oleh seluruh pendukungnya. Uniknya, puluhan pendukungnya yang berada dalam aula Asrama Haji membawa spanduk dan atribut lainnya yang bertuliskan Soerya-Ansar (SAH) nomor 2.
Kelompok pendukung Sani-Nurdin juga menyambut gembira mendapat nomor urut 1. Beberapa pendukungnya juga sudah membawa karton dan spanduk yang bertuliskan Sani-Nurdin (Sanur) nomor urut I.
KPU Kepri memberi kesempatan kepada Sani dan Soerya untuk memberikan pernyataan selama 5 menit setelah menetapkan nomor urut kedua pasangan calon.
"Mari bersatu teruskan pembangunan. Laksanakan pilkada secara damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran," kata Sani yang juga mantan Gubernur Kepri.
Sementara itu, Soerya mengatakan Kepri ke depan membutuhkan pemimpin, bukan pemimpi. Oleh karena itu, pilkada harus dilaksanakan dengan penuh keceriaan.
"Pilih sesuai dengan hati nurani.Jangan ada intimidasi. Jangan sampai dua pasangan ini ribut. Kita adalah sama.Sani-Nurdin saudara, Ansar juga saudara," kata Soerya yang juga mantan Wakil Gubernur Kepri.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
