Logo Header Antaranews Kepri

Disperindag Tanjungpinang Petakan Sembako

Rabu, 2 September 2015 19:30 WIB
Image Print
Selain itu, alasan dilakukan pemetaan tersebut mengingat isu kelangkaan bahan pokok masih menghantui Tanjungpinang bahkan muncul kekhawatiran Ibukota Provinsi Kepri yang berjuluk Kota Gurindam ini kemungkinan menjadi titik transit beredarnya barang s

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ekonomi Kreatif (Disperindag - Ekraf) Kota Tanjungpinang sedang melakukan pemetaan masuk dan keluarnya barang kebutuhan pokok maupun bahan strategis lainnya di Kota Tanjungpinang.

"Ini kami lakukan agar mengetahui berapa banyak barang yang masuk dan keluar serta menghitung kekuatan distribusi kebutuhan bahan pokok di Tanjungpinang," kata Kabid Perdagangan Disperindag - Ekraf Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto.

Selain itu, alasan dilakukan pemetaan tersebut mengingat isu kelangkaan bahan pokok masih menghantui Tanjungpinang bahkan muncul kekhawatiran Ibukota Provinsi Kepri yang berjuluk Kota Gurindam ini kemungkinan menjadi titik transit beredarnya barang selundupan dan narkoba.

"Selama ini belum ada gebrakan untuk mengetahuinya, maka dari itu kami lakukan ini agar isu negatif serta kabar burung tentang kelangkaan bahan pokok tidak lagi meresahkan masyarakat Tanjungpinang," paparnya.

Sebelum sampai ke tujuan, Disperindag Ekraf Kota Tanjungpinang sempat menjumpai PT Pelindo I cabang Tanjungpinang untuk mengetahui kondisi distribusi barang di pelabuhan yang dikelola salah satu BUMN tersebut.

"Data yang diberikan masih belum detail, sehingga belum diketahui barang apa saja yang masuk ke Tanjungpinang, asal daerah pemasoknya dan daerah tujuan pendistribusian yang barangnya dimuat dari Tanjungpinang," tegas Teguh.

Ditambah lagi, data yang saat ini diperoleh Disperindag Ekraf Kota Tanjungpinang masih terfokus pada pelabuhan Sri Payung Km 6. Sementara badan usaha yang sama turut mengelola pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang dan pelabuhan Kijang Kabupaten Bintan yang arus distribusi barang ke Tanjungpinang juga berasal dari dua pelabuhan tersebut.

Teguh juga meminta kerjasama dengan pemerintah daerah lainnya, untuk saling berkoordinasi supaya masalah distribusi Tanjungpinang bisa diketahui lebih cepat dan detil.

"Kami juga tidak mau, kebutuhan bahan pokok di Tanjungpinang ini tergantung dari para pedagang di pasar," ujarnya.

Karena, selain untuk menghindari inflasi dan ketergantungan terhadap para pedagang, aksi yang dilakukan Disperindag - Ekraf Kota Tanjungpinang juga bertujuan untuk menjalin kerjasama secara langsung dengan pemerintah daerah yang menjadi pemasok kebutuhan pokok di Tanjungpinang.

Sehingga, pasokan bahan pokok maupun bahan strategis lainnya seperti material bangunan dari dan ke Tanjungpinang, tidak lagi melalui banyak tangan, tapi langsung antar pemda atau sesama swasta yang mendapat pengawasan dari pemda setempat.


Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026