
KPU Batam Bagi Empat Tim Turunkan Baliho

Semua baliho dibongkar, termasuk baliho dukungan dari pihak lain, itu juga tidak boleh
Batam (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Batam Kepulauan Riau membagi empat tim kerja untuk menurunkan baliho peserta Pilkada Batam 2015 yang terpasang di penjuru kota.
"Besok pembersihan alat kampanye, dibagi dalam empat tim yang akan menyisir kecamatan-kecamatan," kata anggota KPU Batam Yudi Kornelis di Batam, Rabu.
Tim terdiri atas staf KPU, Panwaslu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Polresta Barelang, Satuan Polisi Pamong Praja dan Direktorat Pengamanan BP Kawasan Batam, untuk menurunkan baliho kampanye.
Tim pertama bertugas membersihkan jalan dari baliho di Kecataman Bengkong, Batuampar dan Lubuk Baja, tim dua di Batam Kota dan Nongsa, tim tiga di Batuaji dan Sekupang serta tim empat di Sagulung dan Sei Beduk.
"Semua baliho dibongkar, termasuk baliho dukungan dari pihak lain, itu juga tidak boleh," kata dia.
Selanjutnya, KPU akan memfasilitasi pemasangan baliho kampanye, yang dananya ditanggung KPU.
Yudi menyatakan pemasangan baliho kampanye peserta pilkada dilakukan sekitar dua pekan lagi, karena harus melalui proses lelang.
"Sekarang bersihkan dulu, pemasangannya masih dua pekan lagi, karena harus lelang," kata dia.
KPU akan mencetak bahan kampanye peserta pilkada, serta menyiapkan lima lokasi pemasangan baliho di setiap kecamatan. Sedangkan desain kampanye diserahkan kepada tim kampanye masing-masing peserta.
"Desain oleh mereka, kami yang mencetak dan memasang," ucapnya.
Panwaslu Kota Batam meminta seluruh baliho yang memuat profil orang segera diturunkan, agar tidak membuat bingung masyarakat saat memilih calon kepala daerah dalam Pilkada 2015.
Saat ini di Batam terpasang ratusan baliho yang memuat profil seseorang, mulai dari iklan komersial, iklan layanan masyarakat, hingga iklan bakal calon kepala daerah yang gagal menjadi peserta pilkada.
Menurut Ketua Panwaslu Batam Suryadi Prabu, banyaknya baliho yang memuat profil seseorang akan membingungkan pemilih, mana yang menjadi calon kepala daerah, atau orang yang hanya ingin wajahnya dikenal masyarakat.
"Baliho tidak terkait akan ditertibkan, agar masyarakat dapat melihat, hanya dua pasangan calon kepala daerah. Supaya tidak ada persepsi, siapa yang akan maju," ucapnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
