Logo Header Antaranews Kepri

Panwaslu Karimun Minta PNS Netral dalam Pilkada

Sabtu, 5 September 2015 12:58 WIB
Image Print
Kalau pegawai sudah terkotak-kotak dengan memihak pasangan tertentu, maka kepercayaan masyarakat dengan aparatur pemerintah menjadi hilang

Karimun (Antara Kepri) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, meminta pegawai negeri sipil bersikap netral dengan tidak mendukung pasangan calon tertentu yang ikut Pilkada 9 Desember 2015.

"Dalam peraturan perundang-undangan jelas diatur soal netralitas PNS. Jadi, kami ingatkan jangan ikut-ikutan mendukung pasangan calon tertentu," kata anggota Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga yang dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Tiuridah yang juga koordinator divisi pengawasan mengatakan, PNS adalah aparatur negara yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan tidak terlibat dalam setiap kegiatan pasangan calon bupati maupun calon wakil bupati.

Ia juga mengatakan panwaslu mendapat laporan dua PNS di lingkungan Pemkab Karimun menghadiri acara sosialisasi yang dilakukan calon petahana.

"Saya tidak sebutkan nama keduanya, namun inisialnya S dan H. Keduanya sudah kami panggil untuk mengklarifikasi kehadirannya dalam kegiatan politik pasangan calon. Saya belum cek perkembangannya," ucapnya.

Menurut dia, aktivitas politik pasangan calon mulai meningkat seiring dimulainya tahapan kampanye.

"Kalau pegawai sudah terkotak-kotak dengan memihak pasangan tertentu, maka kepercayaan masyarakat dengan aparatur pemerintah menjadi hilang. Padahal, kita selalu menyuarakan untuk melaksanakan pilkada secara demokratis, jujur dan berintegritas," tuturnya.

Ia mengemukakan, PNS merupakan posisi yang rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik pasangan tertentu, terutama oleh pasangan petahana.

"Kami terus memantau, namun partisipasi masyarakat sangat kami harapkan karena kemampuan kami terbatas," kata dia.

Ia juga mengingatkan PNS maupun pasangan calon tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kegiatan sosialisasi maupun kampanye.

"Fasilitas pemerintah dibeli dengan uang masyarakat, jadi penggunaannya harus untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan politik," katanya.

Pilkada Kabupaten Karimun diikuti tiga pasan calon, yaitu pasangan Aunur Rafiq (petahana)-Anwar Hasyim yang diusung Partai Demokrat, Hanura, PDI Perjuangan, PKB, PAN dan NasDem, pasangan Agusriono-Ahmad Darwis diusung PKS dan Gerindra dan pasangan perseorangan Raja Usman Azis-Zulkhainen. (Antara)

Editor: Eddy K Sinoel



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026