Logo Header Antaranews Kepri

BPOM Kepri Tampik Peredaran Beras Plastik

Senin, 2 November 2015 00:30 WIB
Image Print
Dari fakta yang didapatkan, beras tersebut bukan beras plastik. Kami menduga beras yang dibeli korban dicampur dengan beras kualitas buruk. Sehingga terkesan aneh saat di masak dan dikonsumsi

Batam (Antara Kepri) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menampik adanya peredaran beras plastik di Kota Batam seperti yang beberapa waktu lalu dilaporkan masyarakat Batuaji.

"Dari laporan yang didapatkan, bahan dasar nasi tersebut tidak mengapung saat di cuci. Bahkan air cucian tetap keruh atau tidak bening saat proses pencucian," kata staf bagian Pemeriksa Penyidik Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Kepri, Ahmad Rafqi di Batam, Minggu.

Ia mengatakan BPOM tidak menemukan tanda-tanda beras terbuat dari plastik ataupun sintetis.

"Dari fakta yang didapatkan, beras tersebut bukan beras plastik. Kami menduga beras yang dibeli korban dicampur dengan beras kualitas buruk. Sehingga terkesan aneh saat di masak dan dikonsumsi," kata dia.

Ia menegaskan, sebenarnya untuk dugaan temuan kasus beras plastik tersebut bukan merupakan tugas dari BPOM melainkan dinas teknis yang menangani tanaman pangan.

"Berdasarkan PP No.28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan berada di bawah dinas pertanian. Namun karena ada laporan, kami juga memeriksa," ujar Rafqi.

Dinas Pertanian mengurus pangan yang masih mentah sedangkan BPOM menangani permasalahan pada makanan olahan. Seperti ayam yang sudah dijadikan nugget atau daging yang diolah menjadi kornet.

"Jadi sudah jelas masalah tersebut (adanya dugaan beras plastik) bukan domain kita," kata dia.

Ia mengatakan, BPOM pusat juga telah menghubungi The International Food Safety Authorities Network (Infosan) yang merupakan lembaga dibawa organisasi kesehatan dunia (WHO) mengenai peredaran beras plastik.

"Pernyataan dari Infosan menegaskan tidak ada peredaran beras plastik di negara lain. BPOM sampai saat ini juga masih terus melakukan pemantauan dan pengawasan terkait isu beras plastik sebagai langkah perlindungan kepada masyarakat," kata Rafqi.

Sebelumnya, sejumlah warga di Batuaji Batam melaporkan temuan dugaan beras plastik yang mereka beli.

Menurut mereka, beras yang dibeli berbeda dengan beras pada umumnya yang basi dalam satu hari. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026