
DKP Lingga Inisiasi Kemitraan Program Coremap

Batas output dari kegiatan ini, harus ada sinergitas dan pemanfaatan di daerah. Coremap CTI ini, digulirkan melalui DKP dan masing-masing daerah
Lingga (Antara Kepri) - Sejumlah pemangku kepentingan atau "stakeholder" mengikuti inisiasi kerja kemitraan program "Coral Reef Rehabilition dan Management Program" (Coremap) Coral Triangle Initiative (CTI) fase III, di aula hotel Lingga Pesona Daik Lingga, Rabu.
Kegiatan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga tersebut, terkait usaha bersama menyelamatkan coral di Kabupaten Lingga.
Kepala Seksi Jejaring Konservasi Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP Agus Widayanto, sebagai narasumber mengatakan, fase demi fase kegiatan penyelamatan terumbu karang ini dimulai dengan penyadaran pada Coremap fase I.
Sedangkan fase II, membangun ekonomi alternatif bagi kelompok masyarakat pesisir kawasan konservasi, dan fase ke III program penyelamatan terumbu karang dikatakannya lebih kepada sarana prasarana dan juga penguatan kelompok.
"Batas output dari kegiatan ini, harus ada sinergitas dan pemanfaatan di daerah. Coremap CTI ini, digulirkan melalui DKP dan masing-masing daerah. Ke depan, harus ada pemanfaatan seperti Wakatobi, Raja Ampat yang sudah sukses sebagai daerah wisata," ungkap Agus, usai inisiasi tersebut.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan Coremap CTI ini, perlindungan kawasan konsevasi juga harus didukung oleh seluruh pihak. DKP dalam hal ini, harus bersinergi dengan dinas pariwisata, terlebih kawasan di Kabupaten Lingga difokuskan pada pengembangan wisata bahari.
"Kita melakukan perlindungan di kawasan konservasi, dinas pariwisata perlu memanfaatkan keindahan alam. Kita melindungi karang, mereka memanfaatkan. Sesuai dengan rencana pengelolaan dan samakan persepsinya. Wisata itu, harus dibikin sesuai daya dukung kawasan. Artinya, kemampuan daya dukung satu kawasan sangat berbeda. Ekonomi pariwisata harus sesuai dengan daya dukung wilayah tersebut," terangnya.
Di tempat terpisah, Sahlan, anggota kelompok desa wisata Benan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, adanya kegiatan Coremap dari tahun 1998 yang telah berjalan, memberi dampak baik terhadap masyarakat pesisir.
Ditambah lagi, dikembangkannya Desa Benan, sebagai desa wisata yang menawarkan keindahan bawah laut yakni olahraga snorkling dan diving di pulau Katang, Benan.
"Coremap ini, luar biasa. Pariwisata berkembang, yang jika dapat dikuatkan lagi kelompok ini akan memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat," kata Sahlan.
Di tempat yang sama, Indra Rukian, kabid Penglelolaan Sumber Daya Kelautan, DKP kabupaten Lingga mengatakan perlindungan kawasan konservasi ini, harus benar-benar dapat dikuatkan oleh lembaga maupun kelompok dan mitra di lokasi Coremap untuk lebih mandiri.
"Kelompok yang harus tetap bergerak dan semakin mandiri. Program ini, juga harus bersinergi dan kerja sama dengan dinas-dinas terkait," tutupnya.
Pantauan Antara, kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB pagi. Stackholder yang turut dilibatkan meliputi, SKPD terkait, UPTD, pemerintah desa, LSM dan kelompok masyarakat di tiga tujuh titik Coremap. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
