
KPU Bersyukur Pilkada Batam Aman

Kami mengapresiasi pasangan calon, serta tim sukses yang membawa kedamaian dan kesejukan Pilkada
Batam (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Batam Kepulauan Riau bersyukur atas pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah yang berlangsung relatif aman, sehingga tidak mengganggu kondusivitas investasi di kota industri.
"Kami mengapresiasi pasangan calon, serta tim sukses yang membawa kedamaian dan kesejukan Pilkada," kata Ketua KPU Batam Agus Setiawan di Batam, Jumat.
Pilkada Batam berjalan relatif lancar, tidak terjadi perselisihan sejak awal, hingga perhitungan suara dan penetapan pasangan calon terpilih. Bahkan, tidak ada gugatan Pilkada di Mahkamah Konstitusi.
"Kalau mengaca dan becermin di daerah lain, Batam perlu diberi acungan jempol tidak sampai terjadi hal tidak diinginkan," kata dia.
Ia mengatakan, Batam adalah kota tujuan investasi, sehingga keamanan adalah hal yang utama agar penanam modal tidak melarikan dananya ke kawasan lain.
Sejak awal pengundian nomor urut, KPU sudah berpesan untuk menjaga kondusivitas keamanan.
"Dan semua tim sukses mampu mengendalikan konstituennya. Sehingga Pilkada aman, tertib dan lancar sehingga setiap tahapan berjalan tertib," kata dia.
TNI dan Polri juga berperan menciptakan kondusivitas keamanan selama Pilkada.
"Kami juga mengapresiasi Pemkot Batam, BP Kawasan, unsur pimpinan dewan yang bantu kami sepenuhnya hingga bisa berjalan aman dan tertib," kata dia.
Sementara itu, KPU Batam menetapkan pasangan petahana, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Batam terpilih hasil pemilihan kepala daerah 2015.
Anggota KPU Batam Yudi Cornelis mengatakan pihaknya bisa menetapkan pasangan calon terpilih karena tidak ada gugatan sengketa Pilkada di MK.
Selanjutnya, KPU akan mengembalikan laporan keuangan dana kampanye milik pasangan calon terpilih, sebelum keduanya dilantik sebagai kepala daerah yang resmi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
