
Dua Terindikasi Gafatar Sempat Ditahan di Batam

Keduanya ibu dan anak. Ibunya sudah tua, anaknya laki-laki sekitar 40 tahunan. Mereka sempat diamankan dan diinterogasi
Batam (Antara Kepri) - Petugas di Hang Nadim Batam mengamankan dua orang yang hendak berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat, setelah diindikasi menjadi anggota aliran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sebelum akhirnya diizinkan terbang.
"Keduanya ibu dan anak. Ibunya sudah tua, anaknya laki-laki sekitar 40 tahunan. Mereka sempat diamankan dan diinterogasi," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, mengetahui penangkapan tersebut dari informasi petugas bandara.
Selanjutnya ia diminta mendampingi saat petugas dari Polri dan Bais tengah melakukan interogasi terhadap kedua calon penumpang maskapai Lion Air itu.
"Keduanya kemudian diminta menelepon pihak yang akan menjemput di Pontianak. Setelah jelas tujuan kepergian dan alamat yang dituju, akhirnya keduanya diizinkan terbang," kata dia.
Suwarso mengatakan, sempat menghubungi perwakilan manajemen maskapai berdasarkan tiket yang dibeli oleh keduanya agar diizinkan terbang pada jadwal ditentukan setelah proses selesai.
"Kami memfasilitasi saja. Kalau memang tidak terbukti, kami memang minta agar keduanya diterbangkan sesuai jadwal. Karena jika tidak diterbangkan dan tidak terbukti, nama Hang Nadim juga yang jelek," kata Suwarso.
Suwarso mengapresiasi upaya keras petugas dalam mengamankan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Sejak Kamis (14/1) siang, pengamanan di Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam diperketat sebagai antisipasi teror setelah ledakan bom di Jakarta.
Pihak kepolisian menambah 20 anggota dengan senjata lengkap membantu mengamankan bandara baik sekitar pintu keberangkatan ataupun pintu kedatangan.
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian bersama sejumlah pejabat utama Polda Kepri pada Kamis sore juga sempat meninjau langsung kondisi pengamanan di Hang Nadim Batam. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
