Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Kepri Memulai Pembangunan PLTU 2x25 MW

Selasa, 22 Maret 2016 01:38 WIB
Image Print
Pembangunan PLTU ini sejalan dengan program Presiden Jokowi-JK, dan saya menginginkan listrik dapat merangkai pulau-pulau yang ada di provinsi ini

Karimun (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Senin, memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x25 megawatt yang dibangun PT Soma Daya Utama di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.

PLTU dengan dua unit mesin tersebut dibangun di Desa Pangke Barat yang masih dalam kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau "Free Trade Zone" (FTZ) Karimun, dilakukan gubernur dengan melakuka peletakan batu pertama.

"Pembangunan PLTU ini sejalan dengan program Presiden Jokowi, dan saya menginginkan listrik dapat merangkai pulau-pulau yang ada di provinsi ini," katanya.

Listrik, kata Gubernur, merupakan sarana infrastruktur vital dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian masyarakat, termasuk menjadi pendorong tumbuhnya investasi di provinsi perbatasan tersebut, termasuk di Kabupaten Karimun.

"Agar masyarakatnya bisa sejahtera, maka listrik harus bisa menyala di mana-mana, sampai pelosok-pelosok. Apalagi Provinsi Kepri merupakan gerbang Indonesia bagian barat," ujarnya.

Salah satu upaya untuk memperluas jangkauan energi listrik, Sani mengatakan saat ini sedang kombes natural gas bekerja sama dengan PLN.

"Gas itu dipress agar menghasilkan daya listrik 9 MW untuk dialirkan ke pulau-pulau, maka program ini merupakan implementasi dari visi dan misi untuk memperluas jangkauan listrik di seluruh Kepri," tuturnya.

Dia mengharapkan Kementerian Energi Sumber Daya mineral memprioritaskan pembangunan energi listrik di provinsi kepulauan tersebut.

Listrik yang nantinya diproduksi PT Soma Daya Utama, menurut dia, sangat membantu percepatan pengembangan investasi di Kabupaten Karimun.

Di tempat yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, pembangunan PLTU dengan dua mesin oleh PT Soma Daya Utama merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi kekurangan energi listrik di Pulau Karimun Besar, khususnya di wilayah FTZ.

Menurut Bupati, listrik yang dihasilkan dua mesin pembangkit tersebut mampu memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan di FTZ yang sebagian besar bergerak di bidang jasa kemaritiman, seperti industri galangan kapal atau shipyard.

"Pembangunan mesin PLTU oleh PT Soma Karimun merupakan harapan bagi masyarakat untuk meningkatkan usahanya, khususnya pengusaha yang bergerak di berbagai bidang, seperti perusahaan galangan kapal," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Soma Daya Utama Karimun Franky Yasen menuturkan, pembangunan dua mesin pembangkit tersebut ditargetkan selesai dua tahun mendatang.

"Kami berkomitmen menginvestasikan modal di bidang kelistrikan dengan didasari berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Karimun. Potensi-potensi itu, bagi kami sangat berdampak positif bagi sumber-sumber ekonomi baru, tidak hanya nasional tetapi internasional," ucap Franky. (Antara)

Editor: F.C Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026