Logo Header Antaranews Kepri

Imigrasi Tengarai ada Koordinator Pencari Suaka Batam

Minggu, 3 April 2016 01:04 WIB
Image Print
Ini seperti sudah tersistem. Kemungkinan ada yang mengatakan bahwa di Batam ada kemudahan, sehingga yang sudah di Bogor akhirnya naik bus hingga ke Riau dan menyeberang menggunakan kapal ke Batam

Batam (Antara Kepri) - Kepala Kantor Imigrasi kelas I Khusus Batam, Agus Widjaja menengarai ada pihak yang mengarahkan sejumlah pencari suaka dari wilayah lain untuk datang ke Kota Batam sehingga terus menerus berdatangan.

"Sepertinya memang sudah ada yang mengatur sehingga selalu saja ada yang tiba di Batam. Mereka menggunakan pola yang sama, begitu tiba langsung ke Imigrasi dan mendirikan tenda pada pojok luar kantor," kata Agus Widjaja di Batam, Jumat.

Menurut dia, jika tidak ada yang mengarahkan para pencari suaka dari Timur Tengah dan Afrika tersebut tidak mungkin langsung menuju ke Imigrasi.

"Ini seperti sudah tersistem. Kemungkinan ada yang mengatakan bahwa di Batam ada kemudahan, sehingga yang sudah di Bogor akhirnya naik bus hingga ke Riau dan menyeberang menggunakan kapal ke Batam. Ada juga yang menggunakan kapal PT Pelni meskipun sudah ada larangan agar tidak mengangkut pencari suaka," katanya.

Agus mengatakan sekitar 30 orang pencari suaka dari berbagai negara yang datang ke Batam dalam beberapa waktu terakhir berada di Taman Inspirasi seberang Kantor Imigrasi Batam dan tinggal di sana.

Pada tempat tersebut ada yang memberikan bantuan tenda, ada yang memberi makan, sehingga mereka nyaman. Beberapa di antaranya juga jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk menukarkan uang dan belanja.

"Anehnya di antara mereka ada yang paspornya sudah ada stempel dari sejumlah negara seperti Malaysia, Tiongkok, dan sejumlah negara lain. Ada juga yang sempat kuliah di Tiongkok sebelum akhirnya ke Jakarta dan mendapatkan surat dari UNHCR yang menyatakan mereka pencari suaka," ujarnya.

Pihak Imigrasi, kata dia, tidak bisa melakukan pengawasan mengingat penanganan pencari suaka tersebut berbeda dengan pengungsi.

"Kalau berdasarkan aturan mereka tidak boleh berkeliaran, termasuk ratusan lain yang berada di Hotel Kolekta. Namun siapa yang melakukan pengawasan, akhirnya mereka keluar malam, bergaul dengan masyarakat lain di Batam," katanya.

Imigrasi, kata dia, tidak bisa berbuat apa-apa karena semuanya memiliki kartu yang menyebutkan mereka merupakan pencari suaka yang seharusnya dikirim ke negara ketiga seperti Australia.

"Namun saat ini Australia sudah menyatakan tidak lagi menerima pencari suaka. Akhirnya yang sudah berada di Indonesia dengan jumlah sangat banyak tidak bisa dikirim juga," kata Agus. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026