
Batam Gagal Kembangkan SDSP Buah Naga

Kalau ada koperasi, kalau ada kelurahan, kami ingin mendorong jadi OVOP bisa diarahkan. Koordinasi dengan lurah untuk mengembangkan, minimal beberapa
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, gagal mengembangkan pengolahan komoditas buah naga di Kecamatan Galang dengan Program Satu Desa Satu Produk (SDSP) Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
"Ketika disurvei Kementerian, ternyata tidak bisa dijadikan SDSP," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM Kota Batam, Pebrialin di Batam, Minggu.
Padahal Pemkot berharap pengolahan buah naga bisa menjadi unggulan SDSP (one village one product/OVOP), karena di Kecamatan Galang terdapat banyak kebuh buah naga.
Menurut Pebrialin, produksi dan pengolahan buah naga belum bisa menjadi OVOP karena kebun tidak dikelola oleh koperasi.
Sama dengan buah naga, rencana OVOP jeruk nipis di Tiban Kampung Kecamatan Sekupang juga tidak bisa dikembangkan.
"Kalau jeruk, karena ketersediaannya kurang," kata dia.
Hingga saat ini, tidak satu pun kelurahan di Batam yang menjadi OVOP Kementerian Koperasi dan UKM.
Meski begitu, Pemkot terus mendorong kelurahan untuk ikut mengembangkan OVOP, bidang apa pun yang sesuai dengan daerah.
"Kalau ada koperasi, kalau ada kelurahan, kami ingin mendorong jadi OVOP bisa diarahkan. Koordinasi dengan lurah untuk mengembangkan, minimal beberapa," kata dia.
Pebrialin menyatakan kesulitan menjadikan OVOP, karena berdasarkan arahan Kementerian Koperasi dan UKM, OVOP harus dikembangkan melalui koperasi.
"Mulai dari penyediaan bahan baku, pengelolaan hingga pemasaran harus dikelola di bawah koperasi. Bila bahan produksi dihasilkan dari luar maka tidak bisa dikatakan OVOP," katanya.
Padahal, jika ada daerah yang memiliki OVOP, maka pemerintah pusat dan daerah akan memberikan sejumlah dukungan, antara lain sarana peralatan pengolahan, perlengkapan pengemasan yang baik, serta bimbingan teknis dan pelatihan kepada anggota koperasi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
