
Ribuan Warga Baloi Kolam Protes DPRD Batam

Baloi Kolam adalah sebuah peradaban, kalau digusur artinya memusnahkan sebuah peradaban
Batam (Antara Kepri) - Ribuan warga Baloi Kolam memprotes DPRD Kota Batam Kepulauan Riau yang dianggap ikut membiarkan latihan militer di sekitar pemukiman warga dalam unjuk rasa, Selasa.
"DPRD tidak bekerja, setelah datang ke tempat kami tidak ada perubahan," kata warga Baloi Kolam, Tuti.
Warga kecewa dengan kinerja DPRD, karena gagal mencegah penertiban rumah warga yang berdiri di pusat kota dan pelaksanaan latihan militer di sana.
Warga menolak DPRD saat hendak memanggil perusahaan pengembang yang akan membangun di Baloi Kolam.
"Tidak usah rapat lagi, omong kosong saja itu. Tidak ada lagi," kata warga.
Dalam unjuk rasa, warga menyerahkan berbagai jenis bunga kepada perwakilan Komisi I DPRD, sebagai bentuk dukungan kepada wakil rakyat.
Koordinator unjuk rasa, Agung, mengatakan bunga itu ibarat sesajen, agar kinerja DPRD membela rakyat semakin baik.
"Ini sesajen, DPRD tidak hanya didukung warga Baloi Kolam, tapi juga alam gaib," katanya.
Bila DPRD tidak menjalankan tugasnya, membela warga, maka akan kualat, karena telah diberikan dukungan penuh.
Anggota Komisi I DPRD Batam, Hamidi yang menemui pengunjuk rasa meyakinkan telah bekerja, hanya saja tidak berhasil.
"Kami sudah bekerja, kami tidak tahu siapa pengusahanya," katanya.
DPRD akan berupaya untuk memanggil pengusaha dalam Rapat Dengar pendapat terakhir, namun ditolak warga.
Sebelum ke Kantor DPRD, ribuan orang dari Baloi Kolam Kota Batam juga berunjukrasa di halaman kantor BP Batam menolak penggusuran permukiman yang sudah mereka huni sejak lama.
Dalam unjuk rasa di BP Batam, anggota DPRD Kota Batam Uba Ingan Sigalingging berorasi, meminta kepada Panglima TNI untuk menjaga keamanan masyarakat Baloi Kolam dari segala ancaman dan intimidasi berbagai pihak.
"Baloi Kolam adalah sebuah peradaban, kalau digusur artinya memusnahkan sebuah peradaban," kata dia.
Orator lain menyampaikan aksi tersebut merupakan aksi damai, sehingga ia meminta agar tidak ada tindakan-tindakan yang menimbulkan kekacauan.
Ia mengatakan, saat ini masyarakat Baloi Kolam dalam kondisi ketakutan atas sejumlah upaya penggusuran yang dilakukan.
"Anak-anak kami ketakutan. Mentalnya terganggu. Anak-anak sudah menanyakan akan tinggal dimana kalau digusur," kata dia.
Warga Baloi Kolam mendesak BP Batam untuk mempertimbangkan hak-hak warga yang menghuni kawasan tersebut. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
