Logo Header Antaranews Kepri

Batan: Nuklir Mungkin Dikembangkan di Batam

Kamis, 4 Agustus 2016 18:04 WIB
Image Print
Dilihat kaitannya dengan ketahanan nasional, perlu didorong, sekarang ini kami dihadapkan pada situasi kondisi hidup di era modern yang tidak lepas kebutuhan energi

Batam (Antara Kepri) - Badan Tenaga Nuklir Nasional menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) memungkinkan untuk dikembangkan di Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Kami melakukan kajian, kesimpulannya ada kemungkinan PLTN di Batam, selama alternatif lain tidak mencukupi," kata Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnusubroto di Batam, Kamis.

Batan sudah bekerja sama dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sejak 2015 untuk mengetahui energi nuklir guna dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik di Pulau Batam.

Berdasarkan lokasi, pengembangan PLTN dinilai aman di Batam, karena pulau itu bukan daerah dengan potensi gempa tinggi, dan juga tidak masuk area "ring of fire".

Energi nuklir dibutuhkan di kota itu untuk menopang kebutuhan lisrtik industri, perdagangan dan pariwisata yang terus tumbuh di kota kepulauan.

Meski begitu, Djarot mengatakan bila PLTN jadi dikembangkan di Batam, maka hasilnya untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Batam. "Untuk kebutuhan seluruh Batam," kata dia.

Sampai saat ini, Batan baru berkomunikasi dengan BP Kawasan Batam. Untuk mewujudkan proyek itu juga harus mendapat restu dari Pemkot Batam.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, M Munir menyatakan Indonesia membutuhkan nuklir sebagai pembangkit listrik.

Menurut dia, potensi energi nuklir di Indonesia sangat besar, namun belum diberdayakan secara optimal.

"Dilihat kaitannya dengan ketahanan nasional, perlu didorong, sekarang ini kami dihadapkan pada situasi kondisi hidup di era modern yang tidak lepas kebutuhan energi. Sampai saat ini, kita masih mengandalkan migas, yang akan habis," katanya.

Batam, kata dia, lokasi yang pas untuk pengembangan nuklir karena termasuk zona aman bencana. Masyarakat diminta tidak khawatir dengan radiasi nuklir, karena kini teknologinya sudah canggih hingga aman.

"Dibom tidak pecah, ahlinya sudah ada untuk mengurai sensitifitas," kata dia.

Terkait dengan lokasi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, ia menyatakan sejatinya komunikasi sudah dilakukan.

Menurut dia, pengembangan teknologi nuklir di Batam justru menguntungkan, karena hasil PLTN bisa diekspor untuk memenuhi kebutuhan Negara Jiran.

"Mereka berkepentingan, karena butuh energi," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026