Logo Header Antaranews Kepri

Isu Teroris Batam Tidak Pengaruhi Kunjungan Wisman

Kamis, 11 Agustus 2016 17:37 WIB
Image Print
Kami akan mengadakan pertemuan pada Jumat (12/8) ini, untuk membahas pariwisata dalam sebuah forum

Batam (Antara Kepri) - Isu teror dan penahanan lima orang terduga teroris di sejumlah lokasi di Kota Batam Kepulauan Riau tidak mempengaruhi angka kunjungan wisatawan mancanegara ke kota itu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Tur dan Travel Indonesia (Association of Indonesian Tours and Travel Agencies) Provinsi Kepulauan Riau, Febriansyah di Batam, Kamis menyatakan tidak ada rencana perjalanan wisman ke Batam yang ditunda setelah penggerebekan sejumlah tempat oleh Tim Densus 88 Polri, pekan lalu.

"Tidak ada pembatalan kunjungan. Alhamdulillah, kunjungan wisman tidak terpengaruh," kata Febri.

Kini, Asita Kepri tengah berupaya untuk mengangkat kembali citra Batam sebagai kota yang aman dikunjungi demi meningkatkan angka kunjungan wisman.

Asita mengajak seluruh pelaku pariwisata dan media untuk menyamakan persepsi terkait arah pengembangan industri itu ke depannya.

"Kami akan mengadakan pertemuan pada Jumat (12/8) ini, untuk membahas pariwisata dalam sebuah forum," katanya.

Tim Densus 88 Anti Teror Polri melakukan penggeledahan sejumlah rumah di Batam yang diduga menjadi tempat tinggal terduga teroris pada Jumat (5/8).

Tim Densus 88 Anti Teror mengamankan lima orang terduga teroris dan membawa koper-koper yang diduga berisi berkas berkaitan dengan kegiatan teror.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam mencatat angka kunjungan wisman ke kota itu menurun pada lima bulan pertama 2016.

Berdasarkan data Disparbud, sepanjang Januari-Mei 2016, sebanyak 649.521 kunjungan wisman ke Batam, menurun sekira 3,49 persen dibandingkan periode yang sama 2015, sebanyak 649.521 kunjungan wisman.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam Yusfa Hendri mengakui adanya penurunan, meski tidak menjelaskan secara detil alasan anjloknya angka kunjungan wisman. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026