
Pemkot Batam Antisipasi Banjir

Sekarang sedang musim hujan, di daerah lain di Indonesia mengalami banjir. Batam dengan curah hujan tinggi, mulai menggenangi
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir, mengingat curah hujan tinggi yang kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
"Sekarang sedang musim hujan, di daerah lain di Indonesia mengalami banjir. Batam dengan curah hujan tinggi, mulai menggenangi," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam Yumasnur di Batam, Sabtu.
Sejumlah langkah yang akan diterapkan antara lain melaksanakan gotong royong massal dan mengerahkan alat berat untuk netralisasi drainase.
Gotong royong massal akan dilaksanakan oleh seluruh Aparatur SIpil Negara di penjuru kota pada Sabtu (30/10).
Pada pelaksanaannya, pemerintah akan menetapkan satu lokasi di tiap kelurahan sebagai fokus pembersihan. Selain di kelurahan, pemrrintah juga akan menetapkan sejumlah daerah yang menjadi target utama.
"Semua personel dikerahkan termasuk Satpol PP, ASN di lingkungan Pemkot, Sabtu mulai pukul 7.00 WIB hingga selesai," katanya.
Dinas PU juga mengerahkan empat alat beratnya untuk membenahi drainase yang macet, terlalu kecil dan masalah lainnya.
Empat alat berat itu siap keliling ke daerah-daerah yang mengalami kendala drainase, ditambah dua alat berat milik Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum yang juga dapat digunakan untuk membenahi masalah saluran air.
"Lokasi yang belum dibangun drainase permanen akan dilakukan normalisasi menggunakan alat berat yang keliling, yang belum ada parit juga, ada macet diselesaikan," katanya.
Ia menyatakan jumlah lokasi banjir di kota itu berkurang, dari 47 daerah pada taun lalu, kini tinggal 30 daerah.
Pemerintah terus berupaya membenahi daerah rawan banjir secara bertahap hingga Batam bebas banjir.
"Kami juga berencana menambah alat berat lagi tahun depan untuk mempercepat kerja," kata Yumasnur. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
